Jadwal Pemadaman Listrik DIY Hari Ini, Sleman dan Bantul Terdampak
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Wakil Sekjen Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Nasdem Hermawi Taslim. /Ist-Nasdem.
Harianjogja.com, JAKARTA--Partai Nasdem mengecam keras terkait penyebaran fitnah berupa foto kondom bergambar pasangan capres-cawapres pasangan 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. Partai ini mendesak aparat kepolisian untuk mengusut penyebaran foto.
Wakil Sekjen Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Nasdem Hermawi Taslim mengatakan penyebaran foto kondom tersebut pasti dilakukan secara sengaja untuk merusak citra Jokowi-Amin. Ia mencurigai, praktik kampanye kotor seperti itu tidak hanya untuk merusak citra paslon nomor urut 01, tetapi berniat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Bukan tidak mungkin cara seperti itu akan membangkitkan fanatisme paslon kemudian masyarakat diadu domba dan pecah belah. Oleh karena itu pihaknya mendesak aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut.
"Kami berharap polisi harus sangat serius mengusut ini. Siapapun pelakunya harus dihukum. Kalau pun rakyat biasa,tetap harus diproses. Jangan sampai dimaafkan dengan alasan mereka hanya diperalat," katanya dalam rilisnya, Senin (11/3/2019).
Apalagi gambar kondom bergambar paslon Jokowi-Amin itu sudah tersebar melalui WhatsApp dan media sosial. Ia heran Jokowi-Amin selalu menjadi sasaran kampanye hitam dan tidak beretika, penyebaran gambar itu dinilai sebagai bentuk pembusukan citra paslon Jokowi-Amin.
"Cara-cara biadab dan tidak beretika seperti itu tidak boleh ada toleransi sedikitpun. Harus dibasmi. Tidak boleh berkembang menjadi budaya politik di Indonesia," ujarnya.
Partainya sepakat mengecam keras perilaku tindakan itu karena sudah tergolong hitam dan kotor dengan niat menjatuhkan lawan. Seharusnya pemilihan umum, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden merupakan wahana demokrasi yang bermoral, beretika dan sehat serta jauh dari praktik kotor.
"Masa kampanye, khususnya kampanye pilpres, harus menjadi momentum pemaparan program, visi dan misi para kandidat agar publik mempunyai gambaran mengenai para calon pemimpin. Bukannya merusak sendi-sendi demokrasi dengan cara menyebarkan fitnah yang keji tidak bermoral seperti in," ujar Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma\'ruf Amin ini.
Partai Nasdem, kata dia, mengingatkan agar aturan hukum dan etika ada di atas segalanya. Pertarungan, kontestasi tetap harus dalam bingkai kaidah demokrasi. Ia sepakat semua pihak harus menjaga agar kontestasi ini berjalan di dalam koridor demokrasi dan aturan hukum. Karena jika sekali saja bermain fitnah, menyebarkan hoaks dan sejenisnya, maka pihak akan dengan mudah menumpangnya dengan saling tuding dan saling tuduh.
"Kami sungguh-sungguh mengecam bahkan mengutuk praktik seperti ini. Sudah melewati batas, tidak beretika sama sekali. Karena itu penegakan hukum harus berjalan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.