Aktivis 98: Andi Arief Peduli pada Kawan Yang Kesusahan Ekonomi

Newswire
Newswire Rabu, 06 Maret 2019 08:57 WIB
Aktivis 98: Andi Arief Peduli pada Kawan Yang Kesusahan Ekonomi

Andi Arief. /Antara

Harianjogja.com, JAKARTA--Penangkapan Wakil Sekretaris Jenderal (wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief karena kasus narkoba mengejutkan para aktivis 98. Teman seperjuangan Andi Arief, Nezar Patria menyesalkan pilihan yang diambil Andi Arief memakai barang haram tersebut.

Melalui akun Facebook miliknya, Nezar mencurahkan isi hatinya saat mengetahui penangkapan Andi Arief yang dilakukan di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (3/3/2019).

Berikut suara.com merangkum beberapa poin isi curahan hati Nezar untuk sang sahabat seperjuangan.

1. Urat politik yang kuat

Nezar Patria menjadi salah satu kawan dekat Andi Arief yang berjuang bersama untuk demokrasi Indonesia. Sejak era berkuliah di Universitas Gadjah Mada, Andi dan Nezar sama-sama memiliki konsern yang sama ingin menggulingkan rezim Soeharto yang saat itu berkuasa.

Bagi Nezar, Andi Arief merupakan sosok yang memiliki urat politik begitu kuat. Ia mampu bekerja sesuai dengan amanat politik yang diembannya.

“Kalau saja kemarin Demokrat jadi merapat ke kubu Jokowi, maka dia akan berada di depan menjadi ‘kapal perusak’ yang menyerang Prabowo. Dia akan menjadi sama bisingnya, seperti peluru yang pernah dia tembakkan ke kubu itu dengan ‘jenderal kardus’. Bagi AA, bermain politik sama halnya dengan pertandingan sofbol, olahraga kegemarannya,” kata Nezar.


2. Dia Tak Minta Dibela

Nezar membuat sebuah catatan kecil yang menggambarkan kenangannya bersama dengan Andi. Banyak orang yang akan menduga tulisan ini menjadi satu bentuk pembelaan. Namun, Nezar menduga Andi tak membutuhkan pembelaan apapun.

“Saya duga dia tak minta dibela. Saya percaya dia akan berani menghadapi risiko terburuk atas apa yang dilakukannya,” ungkap Nezar.

Beredarnya sejumlah foto penangkapan Andi membuat Nezar sedih. Ia tak tega melihat foto sang kawan yang sedang dalam posisi tersudut justru diperlakukan seperti itu.

“Saya ingin mengatakan agar kita bersikap lebih adil kepada seseorang yang sedang tersudut. Foto-foto penangkapannya menyebar dan viral di WA. Saya tak tega melihatnya,” tutur Nezar.

3. Kawan yang Baik

Sejak mengenal Andi pada 1990-an, Nezar melihat sosok Andi sebagai kawan yang baik. Ia memiliki rasa kepedulian terhadap teman yang kesusahan. Bahkan, Andi pun tak segan membagikan sebagian gajinya kepada kawan yang sedang sakit atau mendapat kemalangan.

“Sebagai kawan, AA adalah seorang kawan yang baik. Dia peduli dengan temannya yang kesulitan, dia bermurah hati memberikan sebagian gajinya kepada kawan yang sakit dan mendapat kemalangan,” ungkap Nezar.

4. Pilihan Politik

Dalam catatan singkat Nezar, ia banyak menceritakan perjalanan Andi dalam memperjuangkan reformasi. Sikapnya yang gigih dan pantang menyerah sangat mengagumkan, hingga ia pun menjadi satu orang yang diculik oleh Tim Mawar. Beruntung ia dibebaskan.

Usai Soeharto lengser dan terbitlah era reformasi, banyak aktivis 98 yang masih hidup memilih jalannya masing-masing. Ada yang menempuh pendidikan lanjutan, menjadi wartawan hingga menjadi politisi. Jalan politisi lah yang diambil oleh Andi.

“AA memilih jalan politik, dan dia dengan sadar menjalaninya dengan berbagai risiko. Saya tahu banyak yang jengkel dengan ulahnya, meskipun banyak juga yang memuji manuvernya,” pungkas Nezar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : suara.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online