Masjid Sheikh Zayed Solo Gelar Festival Haji dan Kurban 50 Sapi
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.
Anggota Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Serengan, Solo, Aris Joko Suraswo, menguji sepeda roda tiga yang diberi nama Sepeda Sapu Jagad saat car free day (CFD), Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (3/3/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
Harianjogja.com, SOLO--Solo kembali memiliki teknologi modern untuk menyelesaikan masalah persampahan. Setelah mobil penyapu sampah di jalan beraspal atau road sweeper, kini muncul Sepeda Sapu Jagad yang memiliki fungsi sama.
Sepeda ini diciptakan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Solo. Pengembang Sepeda Sapu Jagad, Aris Joko S., mengatakan ide inovasi tersebut dia dapatkan dari mobil pembersih jalanan di Kota Bengawan yang dimiliki Pemkot Solo.
Kemudian dibuatlah inovasi yang diberi nama Sepeda Sapu Jagad. Sepeda tersebut memiliki tiga roda seperti becak. Kemudian terdapat satu tandon di sepeda yang berfungsi untuk mengambil sampah-sampah di jalanan.
"Sepeda ini digunakan untuk membersihkan sampah di jalan. Ini masih dalam bentuk prototype dan kami masih akan terus memperbaikinya," jelas Aris saat uji coba di kegiatan Hari Peringatan Sampah Nasional (HPSN) di jalan depan Loji Gandrung, Minggu (3/3/2019).
Sebelum sepeda berwarna kuning tersebut, Posyantek telah membuat sepeda serupa dengan warna merah dari becak. Sepeda itu diikutkan lomba dengan dibiayai Pemkot Solo. Setelah itu sepeda tersebut diserahkan ke Pemkot sebagai wujud terima kasih.
Pembuatan sepeda tersebut memakan waktu dua sampai tiga bulan lamanya. "Kami membuat saat workshop Posyantek di Kelurahan Danukusuman. Kami membuat pasti ada kegagalan dan ada kekurangan lalu diperbaiki lagi," ujar Aris.
Biaya pembuatan sepeda yang berwarna merah senilai Rp5 juta-Rp6 juta. Sedangkan sepeda warna kuning Rp2 juta-Rp3 juta. Sapu yang digunakan untuk melengkapi sepeda tersebut terbuat dari sapu ijuk atau sapu ijuk plastik.
"Proses menyapunya sama seperti orang menyapu biasa. sepeda berjalan dan sampah di jalan bisa di sapu. Kemudian sampah masuk ke ikrak [tempat menampung sampah]," ungkap Aris.
Penggunaan sepeda tersebut cukup mudah. Aris berharap agar masyarakat Solo memiliki alat sederhana yang dapat dipakai di semua kabupaten/kota mengenai inovasi dari Solo tersebut sehingga petugas kebersihan terbantu dengan adanya teknologi tersebut untuk membersihkan jalan raya.
"Inovasi ini tidak menimbulkan asap, penggunaan gampang, dan sparepart mudah didapatkan," papar Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.
Motor matic tiba-tiba mati di jalan bisa disebabkan banyak faktor. Kenali penyebab dan cara mengatasinya agar berkendara lebih aman.
Simak 5 kebiasaan kecil yang diam-diam bikin uang cepat habis, mulai dari pesan makanan online hingga cicilan digital.
Fajar/Fikri menang 40 menit atas Denmark dan melaju ke perempat final Singapore Open 2026 usai tampil tenang dan dominan.
2026 disebut era AI fisik saat teknologi mulai masuk dunia nyata melalui baterai, robot, kendaraan otonom, dan keamanan digital.
Kunjungan wisata Kulonprogo naik saat libur Iduladha 2026, namun Dispar menyebut belum signifikan dan masih menunggu data resmi.