Fadli Zon Tuding Jokowi Berhalusinasi tentang Propaganda Rusia

John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri Senin, 04 Februari 2019 18:40 WIB
Fadli Zon Tuding Jokowi Berhalusinasi tentang Propaganda Rusia

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bergegas usai mengikuti rapat internal di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8/2018)./ANTARA-Dhemas Reviyanto

Harianjogja.com, JAKARTA-- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut tudingan Joko Widodo ihwal propaganda Rusia dalam Pemilihan Presiden 2019 merupakan sebuah halusinasi.

Menurut Fadli teori-teori propaganda yang dilontarkan Jokowi terkesan mengada-ada. Fadli pun mengaku tidak bisa memahami apa yang dimaksud oleh sang petahana dengan istilah propaganda ala Rusia tersebut.

“Coba sebutkan propaganda apa? Maksudnya apa sih, saya enggak ngerti teori dari mana," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senin (4/2).

Lebih jauh Wakil Ketua DPR itu mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo-Sandi sangat terbuka. Dengan demikian tidak ada yang dirahasiakan, apalagi hal itu bisa fitnah. "Itu sudah halusinasi tuh dengan teori-teori itu. Kita tidak ada yang dirahasiakan," ujarnya menambahkan.

Fadli mengatakan pihaknya bisa saja melaporkan itu karena tidak merasa melakukan propaganda. Fadli juga menyayangkan tudingan ini keluar dari mulut Jokowi.

“Sebagai calon presiden yang juga menjabat sebagai presiden, Jokowi harus berhati-hati dalam menyebut nama negara tertentu karena bisa menimbulkan gejolak hubungan diplomatik antara kita dan Rusia,” ujarnya. Jokowi, ujarnya, tidak boleh sembarangan menyebut nama negara kecuali mempunyai bukti yang sahih atau nyata.

Sebelumnya, Jokowi menyebut kubu Prabowo-Sandi menggunakan konsultan asing dalam menghadapi kontestasi Pilpres 2019.

Akibat menggunakan konsultan asing itu, menurut Jokowi, strategi kampanye yang digunakan kubu oposisi berpotensi memecah belah masyarakat.

"Yang dipakai konsultan asing. Enggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, enggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, ini membuat rakyat khawatir atau tidak. Membuat rakyat takut, enggak peduli," kata Jokowi saat bertemu dengan sedulur kayu dan mebel di Karanganyar kemarin.

Jokowi tidak menyebut konsultan asing apa yang digunakan kubu Prabowo-Sandi. Jokowi juga menyinggung istilah propaganda ala Rusia, yakni teknik kampanye yang mengumbar kebohongan sehingga publik bingung. Belakangan, Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia merilis pernyataan tentang istilah tersebut.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online