Banyak Yang Masih Lajang, Wanita Tunisia Minta Dipoligami

Chelin Indra Sushmita
Chelin Indra Sushmita Sabtu, 02 Februari 2019 13:37 WIB
Banyak Yang Masih Lajang, Wanita Tunisia Minta Dipoligami

Wanita Tunisia berdemo (Hareetz.com)

Harianjogja.com, TUNISIA--Saking banyaknya wanita lajang di Tunisia, sekelompok wanita di negara itu menggelar unjuk rasa menuntut pemerintah melegalkan poligami. Mereka berharap pemerintah mengizinkan poligami yang saat ini dianggap kejahatan.

Dikutip dari Middle Eat Monitor, Jumat (1/2/2019), poligami merupakan pelanggaran hukum di Tunisia yang melanggar pasal 18 tentang status pribadi. Ketua Forum Kebebasan dan Kewarganegaraan Tunisia, Fathi Al Zghal, membenarkan aksi demo itu dilakukan karena sejumlah wanita takut hidup melajang sampai tua.

Selama ini, poligami dianggap sebagai hal tabu dan melanggar hukum di Tunisia. Namun, sekelompok wanita menuntut parlemen mengizinkan poligami karena tuntutan hidup. Saat ini, Tunisia merupakan negara dengan jumlah wanita lajang terbanyak di Afrika Utara.

Fathi Al Zghal mendukung seruan untuk mengkaji ulang undang-undang status pribadi yang berlaku di Tunisia. Menurutnya, aturan tersebut semestinya mengatur kemerdekaan wanita di Tunisia, termasuk poligami.

Laporan terbaru yang diterbitkan Kantor Nasional untuk Keluarga dan Penduduk pada Desember 2017 menyebut Tunisia sebagai salah satu negara dengan tingkat keengganan tertinggi untuk menikah. Prosentasenya mencapai 60 persen yang jauh lebih tinggi daripada rasio negara Arab lainnya. Laporan itu juga mengungkap jumlah wanita lajang di Tunisia terus meningkat,

Sementara itu, peneliti peradaban Islam, Sami Braham, menilai pemberlakuan poligami bakal memberikan dua konsekuensi. "Wanita lajang yang ingin menikah percaya poligami akan mengakhiri masalah mereka," tegas Sami Braham.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online