Dipakai 1,5 Miliar Pengguna, Tik Tok Jadi yang Terpopuler setelah Whatsapp & Messenger
Pengguna aplikasi digital Tik Tok menembus angka 1,5 miliar. Tik Tok menjadi aplikasi non-game terpopuler di dunia setelah Whatsapp dan Messenger.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (Time)
Harianjogja.com, ANKARA – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengaku telah mengetahui siapa pembunuh Jamal Khashoggi. Ini merupakan reaksi atas pernyataan Amerika Serikat tentang Pangeran Mohammed bin Salman yang wajib bertanggung jawab atas pembunuhan Jamal Khashoggi.
Namun, Recep Tayyip Erdogan enggan membeberkan fakta tersebut karena menunggu pihak Arab Saudi mengungkapnya kepada publik. Presiden Erdogan mengatakan, rekaman suara yang dimiliki pemerintah Turki mengungkapkan orang terdekat Pangeran Mohammed bin Salman terlibat dalam pembunuhan sadis terhadap Jamal Khashoggi tersebut.
"Saya tahu siapa pembunuh Jamal Khashoggi. Tapi, Arab Saudi harus mengatakannya. Kami mengikuti apa yang terjadi di Amerika Serikat kemarin. Tapi, sudah berbagi informasi dengan Amerika Serikat dan pihak intelijen. Kami bersedia membagikan informasi tersebut kepada siapa saja yang mau menegakkan keadilan," kata Recep Tayyip Erdogan seperti dikutip dari Al Araby, Senin (17/12/2018).
"Sayangnya, sejumlah negara Islam takut dengan kebenaran dan keadilan," sambung Recep tayyip Erdogan menyinggung Arab Saudi yang diduga menyuap banyak pihak agar tetap bungkam.
Pembunuhan sadis terhadap jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018 memicu kemarahan sejumlah pihak.
Arab Saudi awalnya menyangkal pembunuhan tersebut. Namun, kuatnya tekanan internasional membuat mereka mengakui Jamal Khashoggi meregang nyawa akibat dibunuh dengan sadis.
Sampai saat ini, pejabat intelijen Turki dan Amerika Serikat berasumsi Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, menjadi dalang dari kematian Jamal Khashoggi. Namun, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menolak menyalahkan Pangeran Mohammed bin Salman dan tetap menjalin hubungan dekat dengan Kerajaan Arab Saudi.
Rumitnya kasus Jamal Khashoggi membuat Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, ikut gemas. Dia menyerukan dilakukan penyelidikan yang kredibel atas kasus pembunuhan tersebut.
"Sangat penting melakukan penyelidikan kredibel untuk menentukan hukuman bagi mereka yang bersalah. Penyelidikan itu diperlukan karena selama ini informasi yang datang soal kasus Jamal Khashoggi hanya didapat dari laporan media," kata Antonio Guterres.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Pengguna aplikasi digital Tik Tok menembus angka 1,5 miliar. Tik Tok menjadi aplikasi non-game terpopuler di dunia setelah Whatsapp dan Messenger.
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.
Kemenkes mencatat 2,3 juta anak Indonesia belum pernah imunisasi dalam tiga tahun terakhir. RI kini masuk enam besar dunia kasus zero dose.
Harga emas Pegadaian hari ini 23 Mei 2026 turun. Cek daftar lengkap harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 terbaru di sini.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.