Sering Disepelekan, 7 Kebiasaan Ini Bisa Naikkan Tekanan Darah
Hipertensi tak selalu disebabkan makanan. Tujuh kebiasaan sehari-hari, mulai dari konsumsi garam hingga kurang tidur, bisa memengaruhi tekanan darah.
E-KTP yang ditemukan dalam karung di Duren Sawit./Ist via Okezone.com
Harianjogja.com, JAKARTA -Guna mengetahui asal usul ribuan keping e-KTP yang ditemukan di Jalan Karya Bakti VI, RT 03 RW 11, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, aparat kepolisian melakukan penyelidikan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan guna menelisik ada atau tidak tindak pidana dari termuan KTP elektronik tersebut.
"Sepanjang ada peristiwa pidana sudah pasti ditangani," kata Dedi saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Sabtu (8/12/2018).
Belakangan diketahui, e-KTP yang ditemukan milik warga Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Awalnya, e-KTP tersebut ditemukan oleh anak-anak yang sedang bermain.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menyebut, ribuan e-KTP tersebut saat ini sudah diamankan kepolisian setempat untuk dilakukan proses penyelidikan.
"Selanjutnya diamankan di Polsek Duren Sawit untuk kepentingan penyelidikan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Hipertensi tak selalu disebabkan makanan. Tujuh kebiasaan sehari-hari, mulai dari konsumsi garam hingga kurang tidur, bisa memengaruhi tekanan darah.
Abrasi membuat jalan penghubung Pantai Cangkring dan Tanggul Tirto Bantul amblas hampir 10 meter. Warga memasang bambu sebagai pembatas.
AirAsia membatalkan dan menjadwalkan ulang sejumlah penerbangan Jakarta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan ditangani polisi. Sebanyak 138 tersangka ditetapkan dan 8 korporasi diproses hukum.
BPJS Ketenagakerjaan mengajak generasi muda merencanakan masa pensiun dan memiliki perlindungan sejak pekerjaan pertama.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.