Tim Sukses Jokowi Minta Bawaslu Selidiki Pidato Habib Rizieq saat Reuni 212 di Monas

Newswire
Newswire Selasa, 04 Desember 2018 08:37 WIB
Tim Sukses Jokowi Minta Bawaslu Selidiki Pidato Habib Rizieq saat Reuni 212 di Monas

Peserta Reuni 212 padati Monas dan sekitarnya./Okezone.com-Heru Haryono


Harianjogja.com, JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menyampaikan pidato saat Reuni Alumni 212 di Monas, Jakarta Pusat.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres nomor 01, Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin, Raja Juli Antoni meminta Bawaslu untuk melakukan penyelidikan terhadap pernyataan tersebut yang diduga menggiring untuk memilih salah satu Capres.

"Seperti saya katakan tadi, kami minta kepada Bawaslu untuk menyelidiki secara objektif apakah pernyataan Habib Rizieq Sihab (HRS) atau simbol-simbol lain itu bagian dari bagian pelanggaran kampanye," kata Raja Juli kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2018).

Ia pun mengaku jika diperhatikan seksama dalam pernyatan Habib Rizieq berdasarkan dari transkrip di media massa sangat jelas menginginkan pergantian presiden.

"Memang ada ekspresi mendukung atau meminta pergantian presiden tentu bermaksud pada calon tertentu pula," ucapnya.

Oleh karena itu, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini meminta penyelenggara Pemilu ini mengambil tindakan secara tegas jika pernyataan HRS pada saat Reuni 212 masuk kedalam katagori pelanggaran kampanye.

"Jadi sekali lagi kami menunggu. Kami dalam posisi pasif untuk menunggu bagaimana Bawaslu menjadi institusi yang netral, menjadi wasit yang imparsial. Tapi sekali lagi kami tidak mau terlalu dini karena ini domain Bawaslu. Kami hanya memohon kepada Bawaslu mereka menjadi wasit yang fair," tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : okezone.com

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online