Cara Menyimpan Makanan di Kulkas agar Higienis dan Aroma Tak Bercampur
Simak cara menyimpan makanan di kulkas agar tetap segar, higienis, dan aroma makanan tidak bercampur selama penyimpanan.
Anggota Basarnas memindahkan kantung jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018). /ANtara Foto-Akbar Nugroho Guma
Harianjogja.com, JAKARTA- Identifikasi secara visual kepada korban bencana massal seperti bencana alam atau kecelakaan transportasi sangat tidak disarankan karena tidak akurat dan dapat terjadi kesalahan identifikasi. Hal itu diungkapkan Dokter forensik dari RSUPN Cipto Mangunkusumo.
"Identifikasi secara visual sangat tidak dianjurkan karena penampakan korban tidak ideal mungkin sudah rusak, terbakar atau membusuk," kata dr Fitri Ambar Sari SpFM MPH dalam seminar tentang Tragedi dan Penatalaksanaannya dari Sudut Pandang Ilmu Forensik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Salemba Jakarta, Kamis (29/11/2018).
Karena kondisi korban yang tidak ideal, maka keakuratannya tidak dapat dipercaya disebabkan seiring waktu jenazah korban akan mengalami perubahan.
Selain itu, faktor emosional keluarga korban menyebabkan metode visual tersebut tidak bisa digunakan.
Hal senada disampaikan staf medis Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FK UI/RSCM dr Mohammad Ardhian Syaifuddin bahwa sangat tidak disarankan identifikasi secara visual karena jenazah korban bisa saja jenazah orang lain.
"Ketika jenazah dibawa pulang dan dikubur ternyata nanti ditemukan jenazah anggota keluarga, nanti akan jadi masalah. Prinsip kita lebih baik tidak teridentifikasi dari pada salah mengidentifikasi dan ini sudah berlaku di seluruh dunia," kata spesialis ilmu forensik tersebut.
Dia mengatakan, perubahan kondisi jenazah bisa disebabkan iklim lembab dan panas di Indonesia maka sehari saja jenazah di luar ruangan pendingin akan mengalami pembusukan.
Menentukan identitas seseorang dalam suatu kasus bencana massal merupakan tantangan tersendiri bagi dokter spesialis forensik karena akan berimplikasi hukum misalnya terkait asuransi dan klaim dari ahli waris.
Maka prinsip keakuratan sangat penting dalam proses identifikasi korban bencana massal.
Sehingga data yang dianggap paling akurat adalah data primer seperti rekam gigi, sidik jari dan DNA yang sangat memudahkan proses identifikasi korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Simak cara menyimpan makanan di kulkas agar tetap segar, higienis, dan aroma makanan tidak bercampur selama penyimpanan.
BCA memeriksa mata lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.