Petugas Sensus Ekonomi 2026 Keluhkan Honor, BPS Semarang Buka Suara
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Presiden Joko Widodo (Jokowi). /Suara.com-Dwi Bowo Raharjo
Harianjogja.com, JAKARTA- Tudingan politikus Fahri Hamzah soal capres nomor urut 01 sebagai sumbu kompor isu Pilpres 2019 dibantah timses Jokowi.
Juru bicara Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo atau Jokowi - Ma\'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily membantah apabila timnya dianggap sebagai kompor atau pihak yang memanaskan masa kampanye di Pemilihan Presiden 2019. Ace justru menganggap kubu sebelah yang justru menjadi sumbu kompor saat masa kampanye.
Menurut Ace, tim Jokowi - Ma\'ruf Amin selama masa kampanye selalu menebarkan optimisme kepada masyarakat, bukan malah memanaskan masa kampanye dengan narasi yang tidak sesuai dengan gagasan atau program Pilpres 2019. Ace juga menolak kalau timnya dituduh sebagai melempar narasi yang malah membuat masyarakat menjadi pesimistis.
"Tidak benar bahwa kami yang melakukan kompor-kompor itu, justru yang kompor-kompor itu pihak-pihak yang selama ini melemparkan narasi ketidakpastian pesimisme dan membuat mayarakat Indonesia menjadi ketakutan," kata Ace di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/11/2018).
Politikus Partai Golkar ini kemudian memutarbalikan pertanyaan terkait siapa yang memulai untuk menyalakan \'kompor\' di masa kampanye. Ace pun mencontohkan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yang selalu menebarkan narasi ketidakpastian dan ketakutan kepada masyarakat.
"Kita tahu bahwa yang melempar isu misalnya Indonesia bubar 2030, kemudian 99 persen rakyat Indonesia hidup pas-pasan. Jadi buat kami narasi-narasi seperti itu ya sesungguhnya mengompori rakyat Indonesia untuk bersikap pesimis padahal kita ingin rakyat Indonesia maju," pungkasnya.
Sebelumnya Capres petahana Jokowi mengatakan banyak pihak yang melakukan memanas-manasi selama sebelum dan saat masa kampanye Pilpres 2019. Jokowi menyebut pihak tersebut sebagai kompor.
"Kita ini saudara, sebangsa, dan se-Tanah Air. Jangan lupakan itu. Ini karena banyak kompor, karena dipanas-panasi, dikompor-kompori jadi panas semuanya," kata Jokowi setelah mendapatkan gelar adat Rajo Balaq Mangku Nagara, di Griya Agung, Palembang, Minggu (25/11/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Simak daftar rute Trans Jogja terbaru 2026 beserta tarif terkini. Jaringan layanan makin luas dengan akses antarkoridor yang semakin terintegrasi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 23 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian kompak naik pada Kamis 23 Juli 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru.
UKDW Jogja membuka Prodi Teknologi Pangan di Fakultas Bioteknologi untuk mencetak SDM unggul di bidang inovasi pangan berbasis sains dan teknologi.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 23Juli 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.