Korban KM Virgo Ditemukan, Jasa Raharja Bayarkan Santunan Rp852 Juta
Jasa Raharja dan Jasaraharja Putera telah membayarkan santunan Rp852 juta kepada 14 korban KM Virgo Transport 8 yang teridentifikasi.
Pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8 beregister PK-LQP di apron bandara. /Jetphotos
Harianjogja.com, JAKARTA-Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat 26 Oktober lalu sempat mengalami kehilangan daya angkat (stall).
Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis, menjelaskan kronologi sebelum pesawat tersebut jatuh.
"Dari hasil pembacaan kotak hitam [black box] pada saat mulai terjadi perbedaan penunjukan kecepatan di mata kapten dan copilot," katanya.
"Dilihat dari grafik yang paling bawah, berwarna biru adalah ketinggian, di atas kecepatan, mungkin naik pada tiga garis di atas," katanya.
Nurchayo mengatakan angle of attack dari awal sudah menunjukan perbedaan di antara kiri dan kanan di mana indikator kanan lebih tinggi dari kiri. "Pada saat menjelang mulai terbang di sini tercatat bahwa ada garis merah di sini yang menunjukkan pesawat mengalami `stick shaker. `Stick shaker adalah kemudinya di sisi kapten mulai bergetar. Ini adalah indikasi yang menunjukkan bahwa pesawat akan mengalami stall atau peringatan daya angkat," katanya.
Pada saat di ketinggian 5.000 kaki tercatat pada indikator berwarna ungu yaiti \'automatic trim down\' atau yang disebut banyak media sebagai MCAS atau Manuver Characteristics Augmentation System adalah alat untuk menurunkan hidung pesawat karena pesawatnya akan stall. "Jadi, hal ini kemungkinan disebabkan karena angle of attack di tempatnya kapten menunjukkan 20 derajat lebih tinggi. Kemudian men-trigger terjadinya `stick shaker\'. Mengindikasikan kepada pilot bahwa pesawat akan `stall\'. Kemudian MCAS menggerakkan hidung pesawat untuk turun," katanya.
Nurchayo menjelaskan pergerakan tersebut dilawan oleh pilotdengan parameter yang paling atas berwarna biru. "Jadi pilotnya `trim up. Terus sampai dengan akhir penerbangan, ini parameter biru yang tengah ini menunjukkan berapa total trim yang terjadi. Setelah `trim down\' angkanya turun dilawan oleh pilotnya trim up kemudian akhirnya angkanya kira-kira di angka 5," katanya.
Jadi, lanjut dia, Angka 5 adalah angka di mana beban kendali pilot nyaman.
"Apabila angkanya makin kecil, ini bebannya akan semakin berat. Namun kemudian, tercatat di akhir-akhir penerbangan autamatic trim-nya bertambah namun trim dari pilotnya durasinya makin pendek. Akhirnya jumlah trimnya makin lama mengecil dan beban kemudi menjadi berat. Kemudian pesawat turun," katanya.
Ia mengatakan hasil pembacaan kotak hitam secara lengkap akan dipublikasikan kepada masyarakat luas pada 28 November mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jasa Raharja dan Jasaraharja Putera telah membayarkan santunan Rp852 juta kepada 14 korban KM Virgo Transport 8 yang teridentifikasi.
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada usia 73 tahun. Simak profil, perjalanan seni, Guruh Gipsy, hingga kiprahnya di dunia politik.
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
OJK mencabut izin usaha 15 BPR dan BPRS hingga September 2026. Simak daftar bank, lokasi, serta mekanisme penanganan nasabah.
Cek bansos September 2026 melalui kanal resmi Kemensos. Simak cara cek PKH, BPNT, dan mekanisme penerima BLT Kesra Rp900.000.
Gavin Lee mengakui Timnas Indonesia tampil bagus saat menang 2-0 atas Singapura. Ia menyoroti kurangnya kepercayaan diri timnya di babak pertama.