Liverpool Pecat Arne Slot usai Musim Tanpa Gelar, Iraola Mencuat
Liverpool resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah gagal meraih trofi musim 2025/2026. Andoni Iraola disebut masuk radar pengganti.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka kegiatan pembekalan caleg DPR RI di Hotel Sultan, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada Sabtu (10/11/2018)./Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA- Perseteruan antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra semakin memanas. Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY angkat bicara terkait pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang menyinggung soal janji dirinya mengkampanyekan pasangan Capres dan Cawapres nomer urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
SBY melalui akun Twitter milik pribadinya @SBYudhoyono yang diunggah, Kamis (15/11/2018) malam menuturkan kalau dirinya tak seharusnya menanggapai pernyataan Sekjen Gerindra. Namun, karena pernyataan tersebut terus digoreng SBY mangaku terpaksa harus merespon.
"Sebenarnya saya tak harus tanggapi pernyataan Sekjen Gerindra. Namun, karena nadanya tak baik & terus digoreng terpaksa saya respons," tulis SBY lewat akun Twitternya @SBYudhoyono sekitar 12 jam yang lalu.
SBY lantas mengatakan daripada menuding dan meneyalahkan pihak lain, lebih baik mawas diri.
"Daripada menuding & menyalahkan pihak lain, lebih baik mawas diri. Mengeluarkan pernyataan politik yang sembrono, justru merugikan," lanjutnya.
Berkenaan dengan itu, SBY mengatakan pernah dua kali menjadi calon presiden. Ketika itu SBY mengaku tak pernah menyalahkan dan memaksa ketua umum partai-partai pendukung untuk mengkampanyekan dirinya.
Adapun, menurut SBY dalam kontestasi Pilpres yang paling menentukan ialah Capres itu sendiri.
"Saya pernah 2 kali jadi Calon Presiden. Saya tak pernah menyalahkan & memaksa Ketum partai-partai pendukung untuk kampanyekan saya," kata dia lagi.
Kemudian SBY mengungkapkan bahwa saat ini rakyat ingin mendengar dari calon presiden apa solusi, kebijakan dan program yang akan dijalankan untuk Indonesia 5 tahun ke depan. Menurutnya, jika program dan visi-misi tak muncul bukan hanya rakyat yang bingung melainkan juga para pendukungnya.
Selain itu, SBY juga mengatakan bahwasannya tidak ada satu pun partai yang saat ini tidak memikiki capres di Pemilu 2019 yang tidak mengutamakan partainya sendiri.
"Kalau jabaran visi-misi itu tak muncul, bukan hanya rakyat yang bingung, para pendukung pun juga demikian. Sebaiknya semua introspeksi," kata dia.
"Terakhir, saya pikir tak ada satu pun partai politik [yang tak punya capres dalam pemilu serentak ini] yang tak utamakan partainya," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Liverpool resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah gagal meraih trofi musim 2025/2026. Andoni Iraola disebut masuk radar pengganti.
Jadwal KRL Solo-Jogja terbaru dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan dari Palur hingga Yogyakarta untuk perjalanan lebih praktis.
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakar UMY mengungkap blackout Sumatra bukan sekadar gangguan transmisi, tetapi menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kelistrikan dan proteksi jaringan.
SpaceX meluncurkan 29 satelit Starlink baru sehingga total satelit aktif melampaui 10.400 unit untuk memperluas layanan internet global.
Ombudsman RI mendorong sistem terpadu antarkementerian untuk pengawasan TKA dan pencegahan TPPO agar pengawasan lebih efektif.