Rupiah Hari Ini Diproyeksi Melemah ke Rp17.930 per Dolar AS
Rupiah hari ini diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.880-Rp17.930 per dolar AS setelah menguat pada perdagangan Rabu.
Aksi bela tauhid, Jumat (26/10/2018)./Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA- Aksi Bela Tauhid yang digelar Jumat (26/10/2018) diwarnai orasi yang menyudutkan pemerintahan Joko Widodo.
Kapitra Ampera, alumni aksi 212 sekaligus eks pengacara Habib Rizieq Shihab, menyebut orator aksi bela tauhid yang mengatakan haram memilih Jokowi pada Pilpres 2018 akan masuk neraka.
Sebenarnya, aksi bela tauhid yang digelar, Jumat (26/10/2018), untuk memprotes pembakaran bendera HTI oleh Banser Nahdlatul Ulama di Garut, Jawa Barat, Minggu (21/10/2018) akhir pekan lalu.
Namun, dalam salah satu orasi yang disampaikan oleh peserta aksi, malah berisikan ketidaklayakan Jokowi kembali maju sebagai calon presiden.
"Yang ngomong kali masuk neraka, daun jatuh saja itu salah Jokowi. Zalim itu. Menuding orang, fitnah, itu dosa kekal di neraka," kata Kapitra di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018).
Atas adanya orasi itu, Kapitra semakin meyakini ada kepentingan politik di balik aksi tersebut. Menurut Kapitra, aksi itu dijadikan momentum bagi pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Jokowi.
"Setiap gerakan sekarang ditumpangi politik pihak sebelah. Tak murni lagi. Mereka mencari momen, ciptakan momen bagaimana serang presiden Jokowi tanpa ampun," ujarnya.
Kapitra menambahkan, dirinya tak mengkhawatirkan upaya menurunkan elektabilitas Jokowi di tengah-tengah massa dengan jumlah yang sangat banyak.
"Saya pikir tidak. Itu mobilisasi saja. Di luar itu, mereka akan kembali ke jati diri," pungkasnya.
Untuk diketahui, ratusan orang Aksi Bela Tauhid menilai pemerintahan Jokowi anti-Islam. Mereka menuduh pemerintahan Jokowi mengkriminalisasi ulama.
Dalam orasinya, ia mencontohkan kejadian pembakaran bendera tauhid dan tuduhan terhadap Rizieq Shihab yang sempat menjadi tersangka pornografi dan buron ke Arab Saudi.
Orator itu menilai Jokowi tidak layak untuk dipilih menjadi presiden untuk kali kedua. Hal ini dikatakan di tengah aksi yang sedang berlangsung di depan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan. Ia menilai rezim Joko Widodo merupakan rezim haram.
"Kalau seperti ini, Joko Widodo itu haram atau halal untuk dipilih?" tanya orator.
Peserta serentak menjawab, "Haram!"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Rupiah hari ini diproyeksikan melemah ke kisaran Rp17.880-Rp17.930 per dolar AS setelah menguat pada perdagangan Rabu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Pemerintah mencatat setoran Rp57,1 triliun dari Satgas PKH selama 2025–2026, termasuk pajak dan PNBP hasil penertiban kawasan hutan.
Edisi pertama Harry Potter and the Goblet of Fire bertanda tangan J.K. Rowling hadir di BBW 2026 melalui kolaborasi dengan Goldsboro Books.
Polda Sultra menempatkan dua anggota Polres Baubau di patsus selama tujuh hari terkait dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap jurnalis TV One.
Timnas Putri U17 Indonesia mengalahkan Singapura 5-0 dan lolos ke Piala Asia Putri U17 2027 di China dengan sembilan poin sempurna.