Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Polisi menemukan dua carik kertas berisi tulisan perpisahan, di rumah tempat satu keluarga terdiri dari empat orang yang tewas dengan luka tembakan di kepalanya masing-masing, Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (24/10/2018) dini hari./Suara.com-Andhiko Tungga Alam
Harianjogja.com, PALEMBANG- Tim forensik telah melakukan autopsi terhadap jenazah satu keluarga yang tewas mengenaskan di Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (24/10/2018) lalu.
Autopsi terhadap empat anggota keluarga yang ditemukan tewas dengan luka tembak di Kebon Sirih, Palembang, Sumatera Selatan telah rampung pada Kamis (25/10/2018) ini. Hasilnya, tim forensik temukan 4 proyektil peluru.
Proyektil peluru itu berhasil diangkat dokter dari tempurung kepala masing-masing korban. Prose autopsi itu dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara, Palembang.
Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Kompol Mansyuri mengatakan, autopsi jasad empat jenazah itu dimulai dari pukul 16.00-23.00 WIB, Rabu (25/10/2018).
Dari hasil autopsi itu diketahui, FX Ong bersama istri dan anaknya tewas dalam kurun waktu kurang dari 12 jam. Seluruh proyektil juga bersarang di otak para korban, setelah menembus tempurung kepala.
"Semuanya bersarang di otak, tidak sampai tembus ke kepala belakang," kata Mansyuri.
Menurut dia, posisi peluru menembus tempurung kepala dengan kisaran 30 cm. Sehingga kuat dugaan senjata api yang digunakan FX Ong ditembak jarak dekat.
"Seluruh proyektilnya sudah diangkat, ada empat proyektil. Kisaran jarak tembak 30 cm," ujarnya.
Mengenai jeda waktu tewas antara bapak anak hingga istri, Mansyuri belum bisa menyimpulkan lebih lanjut karena akan ditindak lanjuti oleh penyidik.
"Jeda waktunya belum bisa disampaikan, karena itu akan disampaikan penyidik, siapa yang lebih dulu meninggal," kata Mansyuri.
Fransiskus Xaverius Ong (45) diduga tewas bunuh diri usai terlebih dahulu menembak sang istri Margareth Lentin Liana (43) serta kedua anaknya Rafael Fransiskus (18) dan Kathlyn Fransiskus (11) dengan cara menembak kepala menggunakan senjata api jenis revolver.
Senjata itu ditemukan masih berada digenggaman FX Ong yang ditemukan satu ranjang bersama istri ketika berada di kediaman mereka di kawasan perumahan Vila Kebon Sirih, Blok A18, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Rabu (25/10/2018).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
BGN menutup 833 dapur SPPG pelaksana Program MBG karena melanggar SOP, mulai dari kasus keracunan hingga IPAL yang tidak memenuhi syarat.
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, Pasuruan, menewaskan empat orang setelah truk bermuatan kertas diduga hilang kendali.