Ma'ruf Amin Dengar Isu Tuduhan Dirinya Diperalat Jokowi

Newswire
Newswire Senin, 22 Oktober 2018 18:37 WIB
Ma'ruf Amin Dengar Isu Tuduhan Dirinya Diperalat Jokowi

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menuju tempat peletakan batu pertama proyek pembangunan Menara MUI di Bambu Apus, Jakarta, Kamis (26/07). /ANtara foto-Puspa Perwitasari

Harianjogja.com, JAKARTA - Suhu politik Indonesia memanas semakin dekatnya dengan pemilihan presiden dan wakil presiden 2019. Calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma\'ruf Amin mengaku mendengar adanya isu yang menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperalat dirinya sebagai ulama Nahdlatul Ulama (NU) untuk kepentingan Pilpres 2019. Dia menegaskan isu itu tidak benar dan keterlaluan.

"Ada yang bilang Kiai Ma\'ruf ini hanya dijadikan sebagai alat saja, berarti menuduh Pak Jokowi, ini isu kejam," kata Kiai Ma\'ruf dalam sambutannya di acara halaqah alim ulama dan silaturahmi pengasuh pondok pesantren se-Jawa Barat, di Ponpes Cipasung, Tasikmalaya, yang dihadiri ribuan santri, Senin (22/10/2018).

Ma\'ruf menyatakan tak habis pikir atas munculnya isu semacam itu. Dia menegaskan bahwa dirinya selaku Rais Aam tidak bisa diperalat. "Masa Rais Aam bisa diperalat. Kebangetan itu. Maka jangan didengar," tegas Ma\'ruf.

Ma\'ruf menekankan dirinya adalah orang yang berpengalaman secara politik. Dia mengatakan pernah duduk sebagai anggota legislatif, menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dua periode dan terakhir berada di jajaran Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Dia mengatakan bahwa Presiden Jokowi bisa saja memilih cawapres dari kalangan lain, misalnya dari kalangan profesional dan politisi. Namun, kata dia, Presiden Jokowi memilih dirinya yang berasal dari kalangan ulama karena mencintai ulama dan santri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone.com

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online