Google Investasikan 15 Miliar Dlar AS untuk Perkuat AI di Finlandia
Google investasi US$15 miliar di Finlandia untuk pusat data, energi dan AI. Proyek ini diproyeksikan menciptakan 37.000 lapangan kerja.
Calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno saat deklarasi di Kertanegara, Kamis (9/8/2018) malam. /Antarafoto-Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Prabowo menyampaikan slogan Make Indonesia Great Again untuk masa depan Indonesia, meniru slogan kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan pernyataan Prabowo Subianto yang menyebutkan "Make Indonesia Great Again", diartikan kedepankan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakannya.
"Saya bangga kalau Presiden kita seperti Donald Trump. Misalnya Prabowo seperti Donald Trump gitu, mengedepankan rakyatnya dahulu karena buat apa kita memikirkan negara lain kalau negara kita masih susah," kata Arief di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/10/2018).
Hal itu dikatakannya menanggapi pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang ingin mewujudkan "Make Indonesia Great Again", yang dikatakannya di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) pada Kamis.
Arief melihat Donald Trump sebagai sosok yang hebat karena mengedepankan negara dan bangsanya sehingga melakukan perang dagang dengan China dengan cara memproteksi industri Amerika.
"Kalau presiden saya itu seperti Donald Trump, saya bangga sebagai orang Indonesia. Saat ini ekonomi Amerika adalah yang terbaik selama 50 tahun, penganggurannya turun, untuk siapa? untuk rakyat Amerika," ujarnya. Dia menilai kebijakan Trump tidak mengobarkan perang dan tidak menginvansi negara lain dengan kekuatan militernya.
Artinya menurut Arief, Trump hanya memikirkan negara sendiri dan kepentingan rakyatnya, itu sah saja karena di mana pun pemimpin bertindak sebagai orang tua, memikirkan anak-anaknya.
"Setahu saya panutan Prabowo pertama adalah Deng Xiaoping, saya tidak tahu kalau Donald Trump. Dia kalau pidato selalu mengatakan Xiaoping itu adalah the great, orang yang hebat, iya dong mengubah China menjadi besar," katanya.
Namun dia memastikan gaya kampanye Trump di Pilpres Amerika Serikat tidak akan ditiru Prabowo karena perbedaan budaya dua negara.
Dia mencontohkan, Trump pernah mengatakan She\'s devil kepada Hillary Clinton dan kalau itu diterapkan di Indonesia akan terkena pasal ujaran kebencian.
Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mempertanyakan mengapa tidak ada pemimpin Indonesia yang berani berbicara lantang seperti presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memiliki semboyan "America First dan"Make America Great Again".
Hal itu dikatakannya saat berpidato dalam acara Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin di Pondok Gede, Jakarta, Kamis (11/10).
"Dia mengatakan America First dan mengatakan Make America Great Again.Kenapa kok bangsa Indonesia tidak berani mengatakan \'bagi Bangsa Indonesia, Indonesia First. Make Indonesia Great Again," kata Prabowo.
Dia mengatakan kenapa tidak ada pemimpin yang berani mengatakan, "yang penting adalah pekerjaan untuk rakyat Indonesia".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Google investasi US$15 miliar di Finlandia untuk pusat data, energi dan AI. Proyek ini diproyeksikan menciptakan 37.000 lapangan kerja.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.