Polisi Hentikan Kasus Sukmawati Soekarnoputri, Ormas Islam Soloraya Marah
Penghentian kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Sukmawati Soekarnoputri memicu kemarahan ormas Islam di Solo.
Kapolsek Serengan Kompol Giyono (kanan) menunjukkan tiga pelaku pencurian di Mapolsek Serengan, Solo, Jumat (5/10/2018). (Solopos-Muhammad Ismail)
Harianjogja.com, SOLO–Dua kakak beradik, Andreas Rusman, 32, warga Semanggi, Pasar Kliwon, dan Yusrel Bagus Bramasam, 23, warga Sangkrah, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah terpaksa mendekam di sel tahanan Mapolresta Surakarta gara-gara berkomplot mencuri telepon seluler (ponsel).
Keduanya ditangkap di rumah masing-masing, Kamis (4/10/2018). Selain dua kakak beradi itu, polisi juga menangkap satu orang lagi yang menjadi penadah barang curian yakni Muhammad Arif Wicaksono, 20, warga Kauman, Pasar Kliwon.
Sedangkan korban dalam pencurian ini adalah Hendra Prasetya, 30, warga Kampung Dawung Wetan RT 003/RW 015, Danukusuman, Serengan.
“Saya awalnya jalan-jalan menggunakan sepeda Honda Beat berpelat nomor AB 2738 FN bersama Bagus. Kemudian melihat ponsel milik Hendra di-charge di dalam kios jasa kunci duplikat Jl. Yos Sudarso. Pemilik kios sedang terlelap tidur,” ujar Rusman kepada wartawan di Mapolresta Surakarta, Jumat (5/10/2018).
Rusman mengaku langsung mengambil ponsel milik Hendra. Ponsel Samsung Galaxy Note 3 itu dijual kepada Muhammad Arif secara online senilai Rp5,5 juta. Uang hasil penjualan ponsel dibagi berdua bersama Bagus.
“Saya gunakan uang hasil kejahatan untuk membeli susu buat anak saya yang berusia 4 tahun. Saya kaget saat didatangi anggota Polsek Serengan dan langsung dibawa ke mapolsek,” kata dia.
Kapolsek Serengan Kompol Giyono mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, mengungkapkan Rusman dan Bagus merupakan kakak dan adik. Mereka bekerja sama mencuri ponsel milik Hendra.
“Kami menerima informasi dari Hendra yang mengaku kehilangan ponsel di kios langsung dilakukan penyelidikan. Kemudian kami menangkap ketiga pelaku di rumah masing-masing. Rusman dan Bagus merupakan residivis kasus pencurian,” kata dia.
Ia mengatakan barang bukti diamankan yakni sepeda motor Honda Beat dan ponsel Samsung. Kejadian pencurian terjadi pada tanggal 1 Oktober pukul 21.30 WIB.
Atas kejadian itu, polisi menetapkan Rusman dan Bagus dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan terancam hukuman selama7 tahun. Sementara Arif dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Penghentian kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Sukmawati Soekarnoputri memicu kemarahan ormas Islam di Solo.
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.