Hampir 1.000 Bungkus Rokok Ilegal Disita di Klaten

Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso Jum'at, 21 September 2018 01:00 WIB
Hampir 1.000 Bungkus Rokok Ilegal Disita di Klaten

Ilustrasi./Antara-Ari Bowo Sucipto

Harianjogja.com, KLATEN—Tim gabungan menyita 908 bungkus rokok tanpa pita cukai setelah menggelar operasi di sejumlah kecamatan di Klaten, Jawa Tengah, Kamis (20/9/2018). Ratusan bungkus rokok ilegal itu disita dan diserahkan ke Bea Cukai Surakarta, Jawa Tengah.

Operasi digelar tim gabungan terdiri dari Satpol PP Klaten, Bea Cukai Surakarta, TNI, dan polri itu menyasar toko-toko kelontong serta pasar tradisional di Kecamatan Jogonalan Kalikotes, Trucuk, Ceper, Karanganom, serta Jatinom. Rokok ilegal yang disita diantaranya bermerek SMD, LT4, serta Laris.

Kasi Penindakan Satpol PP Klaten, Sulamto, mengatakan rokok ilegal itu dijual seharga Rp3.500-Rp5.000 per bungkus berisi 20 batang. Para pedagang mengaku hanya sebatas dititipi sales yang mengedarkan rokok tersebut.

“Mereka tidak kenal siapa yang menitipkan barang,” kata Sulamto saat ditemui seusai operasi, Kamis (20/9/2018) siang.

Sulamto menuturkan diperkirakan rokok-rokok ilegal tersebut diproduksi dari wilayah luar Kabupaten Bersinar. Rata-rata rokok ilegal diedarkan di wilayah perbatasan.

“Untuk penindakan lebih lanjut kami serahkan ke Bea Cukai Surakarta. Tahun ini, operasi rokok ilegal sudah kali kelima digelar. Pernah kami menemukan rokok ilegal sampai 2.000 bungkus,” kata dia.

Salah satu petugas Bea Cukai Surakarta, Nur Pratama Mahardika, mengatakan hasil operasi itu menjadi bahan untuk penelusuran tempat produksi rokok. Ia menuturkan peredaran rokok tanpa cukai melanggar Pasal 54 UU No. 11/1995 jo UU No. 39/2007 tentang Cukai.

“Untuk sementara para pedagang kami berikan sanksi berupa peringatan,” kata Mahardhika.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Solopos

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online