Motor Koperasi Desa di Wonogiri Nyungsep, Dandim: Dugaan Rem Blong
Motor roda tiga KDKMP di Wonogiri nyungsep ke tegalan. Dandim ungkap dugaan rem blong, ini fakta lengkap dan data distribusi armada terbaru.
Fadli Zon./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA- Petinggi Partai Gerindra Fadli Zon meluruskan pernyataan Ketum Gerindra Prabowo Subianto terkait kabar pengulingan Ahok.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah apabila Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menjadi motor dalam kekalahan Basuki Tjahaja Basuki Purnama alias Ahok di Pilkada DKI 2017. Menurutnya, kalahnya Ahok berlandaskan kekuatan dari banyak pihak.
Diwartakan sebelumnya, bakal calon presiden Prabowo Subianto sempat menyebut Zulkifli sebagai operator strategi dan taktik politik andal. Bahkan bisa membuat Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama “turun” sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Fadli menjelaskan, perkataan Prabowo tersebut bernilaikan apresiasi kepada Zulkifli dan juga PAN yang berada dalam barisannya dalam Pilkada 2017 lalu. Fadli menegaskan dalam Pilkada 2017 banyak pihak yang turut andil termasuk para ulama yang tergabung dalam gerakan 212.
"Saya kira banyak yang punya andil termasuk andil yang besar dari para ulama 212 dan sebagaianya itu juga besar. Tapi, pak Prabowo kemarin menghighlight, ya, karena berbicara di acara PAN artinya ada strategi politik PAN bergabung kan memberi kekuatan yang juga besar," ujar Fadli di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (17/9/2018).
Oleh karena itu, Fadli membantah apabila strategi politik yang dimaksud Prabowo ialah dengan menggelar gerakan 212 untuk menjatuhkan Ahok. Menurutnya, PAN menjadi salah satu dari kekuatan oposisi untuk memenangkan Pilkada 2017.
"Itu kan datang dari masyarakat dan bukan dari partai politik jadi dari masyarakat karena ulah dan perbuatannya Ahoknya sendiri, kemudian ada aksi dan reaksi," pungkasnya.
Untuk diketahui, Prabowo Subianto mengungkapkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai operator strategi dan taktik politik andal. Bahkan bisa membuat Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama “turun” sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum sekaligus bakal calon presiden tersebut dalam Workshop Nasional Pembekalan Caleg PAN di Grand Paragon Hotel, Jakarta Barat, Minggu (16/9/2018).
"Banyak sekali yang saya contoh dari PAN. Banyak ilmu-ilmu dari Pak Zulkifli. Dia yang sampaikan bagaimana merancang strategi menurunkan Ahok. Mungkin Pak Zulhas lupa. Di rumah dinas (Ketua MPR), Pak Zul memberi strategi, sekarang tidak perlu rapat akbar," kata Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Motor roda tiga KDKMP di Wonogiri nyungsep ke tegalan. Dandim ungkap dugaan rem blong, ini fakta lengkap dan data distribusi armada terbaru.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.
Perencanaan dana kurban sejak dini membantu meringankan beban finansial dan membuat ibadah Iduladha lebih teratur dan tenang.
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.