CORE: Masih Ada 1 Juta Ton Molase untuk Dukung Bioetanol Nasional
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Ilustrasi Guru
Harianjogja.com, MATARAM-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan tunjangan khusus kepada 5.298 guru berstatus pegawai negeri sipil dan non-PNS yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Buku tabungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sudah terisi tunjangan khusus diserahkan secara simbolis kepada perwakilan guru oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy, di sela apel "Gerakan Kembali ke Sekolah" di Alun-Alun Bumi Gora, kantor Gubernur NTB, di Mataram, Minggu (9/9/2018).
Seribuan orang guru dan ratusan pelajar dari tujuh kabupaten/kota yang terdampak gempa ikut serta dalam apel tersebut.
Penyerahan buku tabungan BRI berisi uang tunjangan khusus kepada 2.500 orang guru juga dilakukan Mendikbud Muhajir Effendy, ketika meninjau perkembangan rehabilitasi sekolah dan kondisi kelas-kelas sementara di Kabupaten Lombok Utara, usai apel di Mataram.
"Pemberian tunjangan khusus tersebut sebagai bentuk kepedulian Kemendikbud terhadap para guru yang sekolahnya terdampak bencana," katanya.
Ia mengatakan tunjangan khusus diberikan selama enam bulan. Jumlah guru yang akan menerima tunjangan akan terus diverifikasi untuk memastikan seluruh guru yang terdampak gempa memperoleh hak yang sama.
Muhajir juga memastikan uang tunjangan sudah ditransfer ke rekening masing-masing guru dan sudah bisa diambil di BRI.
"Mulai hari ini, dari Kemendikbud sudah memasukkan uang di bank sehingga bisa dicairkan hari ini," katanya.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BLKM) Kemendikbud, Ari Santoso, menyebutkan besaran tunjangan khusus untuk guru PNS sebesar Rp1,5 juta per bulan, sedangkan guru non-PNS senilai Rp2 juta per bulan.
Sebanyak 5.298 guru terdampak gempa yang sudah diverifikasi tersebar di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Kota Mataram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.