Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Ilustrasi guru/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Agama mengingatkan guru madrasah harus miliki karakter dalam melaksanakan tugas mengajar.
“Bagaimana anak-anak didik memiliki karakter, jika gurunya tidak memiliki karakter dan kepribadian,” ucap Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Suyitno.
Dia mengemukakan hal itu ketika memberikan sambutan pada kegiatan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah se-Kabupaten dan Kota Blitar, Jawa Timur, pada Selasa (28/8/2018) dan dilansir website resmi Kemenag pada Rabu (29/8/2018).
Suyitno mengutarakan UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan seorang guru harus memiliki kepribadian selain sosial dan profesional. "Kepribadian yang saya maksud adalah kepribadian Indonesia. Guru yang hebat dan bermartabat adalah guru yang memiliki kepribadian Indonesia," jelas dia.
Menurut Suyitno, di balik prestasi anak-anak yang menjuarai berbagai lomba di bidang pendidikan baik tingkat nasional maupun internasional, ada perjuangan guru yang hebat.
Dia menegaskan guru merupakan garda terdepan dalam membentuk kualitas putra-putri negeri ini. "Kalau kualitas guru rendah, bukan tidak mungkin kualitas anak didik akan ikut rendah," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.