Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Kondisi jalan yang retak di NTB pasca-diguncang gempa, Minggu (19/8/2018)./Twitter-@Sutopo_PN
Harianjogja.com, JAKARTA- Gempa bumi yang menghantam Pulau Lombok tak hanya menelan korban jiwa dan merusak bangunan, namun juga membuat ambles permukaan tanah.
Daratan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan tanah setinggi 20 sentimeter. Hal itu lantaran terjadi patahan lempeng di sekitar NTB yang mengakibatkan gempa berkekuatan tinggi beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan dari hasil investigasi bersama LIPI, BMKG dan BPPT ditemui fakta bahwa sejumlah wilayah mengalami penurunan tanah setinggi 20 sentimeter. Tak hanya itu, ada pula wilayah yang mengalami kenaikan daratan hingga 20 sentimeter.
"Dari hasil investigasi Lombok Timur naik 20 sentimeter dan Lombok Barat turun 20 sentimeter. Jadi itu biasa saja terjadi setelah ada patahan," kata Dwikorita saat ditemui di Forum Merdeka Barat 9, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarya Pusat, Senin (27/8/2018).
Dwikorita menjelaskan kenaikan maupun penurunan daratan terjadi lantaran adanya patahan pada lempeng. Sehingga, ada lapisan koral yang sebagian naik hingga menyebabkan kenaikan daratan dan ada sebagian lapisan koral yang turun terlipat ke bawah sehingga daratan mengalami penurunan.
Meskipun ada beberapa wilayah yang mengalami kenaikan daratan maupun penurunan, hal itu bukanlah menjadi suatu fenomena aneh. Pasalnya, kenaikan atau penurunan memang wajar terjadi setelah adanya patahan.
Dari hasil investigasi, tidak ada efek jangka panjang yang ditimbulkan dari kenaikan maupun penurunan daratan yang terjadi di Lombok Timur dan Lombok Barat. Hanya terjadi dampak kerusakan pasca-gempa bumi yang terjadi saja.
"Naik turunnya itu adalah bagian dari efek gempa. Efek yang lain itu merusak bangunan. Sehingga kalau berbicara efek itu sudah terjadi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Denmark vs Portugal berlangsung Jumat (2/10) pukul 01.45 WIB. Ronaldo absen setelah meninggalkan pemusatan latihan Portugal.
Pemkot Yogyakarta mematangkan pengajuan UNESCO World Book Capital 2028 melalui konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem buku dan literasi.
Klasemen Asian Games 2026 terbaru, Indonesia naik ke peringkat 13 setelah Desak Made meraih emas speed putri.
Jadwal Asian Games 2026 Indonesia hari ini, dari final MLBB hingga panjat tebing Aditya Tri Syahria dan Veddriq Leonardo.
Harper Malioboro Yogyakarta bersama BPBD Kota Yogyakarta menggelar pelatihan evakuasi gempa untuk meningkatkan kesiapsiagaan staf menghadapi kondisi darurat.