Laporan Siswi Diduga Diabaikan, Kasus Guru SMP di Wonogiri Didalami
Polisi mengusut dugaan pelecehan seksual guru SMP di Wonogiri yang disebut berlangsung sejak 2013. Dugaan pembiaran sekolah ikut didalami.
Ilustrasi merokok/reuters
Harianjogja.com, SUKABUMI- Hasil pemeriksaan kesehatan terhadap balita kecanduan rokok dan kopi di Sukabumi, Jawa Barat mengejutkan.
Tim medis dari Puskesmas Cibadak dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat memeriksa kesehatan balita yang kecanduan merokok yakni RF ,2 warga Kampung Babakansirna.
"Pemeriksaan kesehatan ini untuk mengetahui sejauh mana kondisi tubuhnya setelah balita warga Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak ini mejadi pecandu rokok dan kopi," kata Kepala Puskemas Cibadak Maman Surahman di Sukabumi, Kamis (16/8/2018).
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan kesehatan, kondisinya sehat dan untuk berat badannya 11,2 kilogram dan tingginya 89 sentimeter. Ini menunjukkan kondisi balita tersebut masih normal hanya tinggal memulihkan kebiasaan buruknya mengisap rokok dan juga kecanduan kopi.
Namun demikian, kesehatan RF tetap dipantau karena bagaimana pun juga kecanduan rokok bisa merusak kesehatannya dan mungkin kejiwaannya juga bisa terganggu apalagi pada usia yang masih sekitar dua tahun namun bocah tersebut sudah menjadi perokok aktif.
Menurut informasi dari kedua orangtuanya, RF kecanduan rokok ini sekitar sudah satu setengah bulan. "Awalnya kami akan melakukan terapi kepada RF, tetapi kata orangtuanya sudah tiga hari ini sudah tidak minta lagi kopi dan rokok karena takut banyak orang yang datang," tambahnya.
Maman mengatakan meskipun RF sudah tidak meminta rokok dan kopi pihaknya akan terus memantau dan tentunya berkoordinasi dengan dinkes dan dinas sosial. Namun dikhawatirkan di kemudian hari balita ini kembali kecanduan.
Selain itu, pihaknya juga sudah mempersiapkan segala kebutuhan si anak agar kebiasaan buruknya itu benar-benar hilang sehingga tidak lagi kecanduan yang bisa merusak kesehatannya.
"Kami pun mengimbau kepada orang tuanya agar jangan terlalu memanjakan RF sehingga jika keinginannya tidak dituruti selalu mengamuk," katanya.
Sementara, Misbahudin ayah dari RF mengatakan anak bungsu dari lima bersaudara ini awal kecanduan merokok karena rasa ingin tahu yang kuat melihat banyak orang dewasa di kampungnya yang merokok.
Didorong rasa penasaran yang kuat, akhirnya RF nekat mencoba merokok dengan cara mengambil sisa puntung rokok yang kemudian diisapnya. Ke sini-sini, kecanduannya tambah berat dan selalu mengamuk jika ditolak keinginan merokoknya.
"Sehari hanya sebatang rokok dan satu gelas kopi, namun sudah tiga hari terakhir ini anak saya tidak memintanya seperti ketakutan karena banyak yang datang ke rumahnya untuk memeriksa kondisi kesehatannya," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Polisi mengusut dugaan pelecehan seksual guru SMP di Wonogiri yang disebut berlangsung sejak 2013. Dugaan pembiaran sekolah ikut didalami.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.