Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Amanda Okta Rifani saat melakukan penelitian di Laboratorium Terpadu UII, Kamis (5/7/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, PEKANBARU--Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan per 7 Agustus 2018 jumlah riset Indonesia yang terpublikasi mencapai 16.728.
"Pada 7 Agustus 2018, jumlah riset Indonesia [yang sudah terpublikasi] ada 16.528," tutur Nasir saat berpidato di hadapan peserta acara Pembukaan Kegiatan Ilmiah Riset, Inovasi Menuju Ekonomi Era Industri 4.0, di Labersa Grand Hotel & Convention Center, Pekanbaru, Riau, Kamis (9/8/2018).
Jumlah riset terpublikasi tersebut dikatakan Nasir lebih berkembang dibandingkan jumlah riset terpublikasi Indonesia pada 2015, di mana saat awal dia menjabat sebagai Menristekdikti jumlah riset Indonesia yang masuk ke dalam publikasi internasional hanya 5.400.
"Sementara [pada 2015] negara tetangga kita Thailand itu sudah berada di angka 9.500, Singapura sudah di angka 18.000, dan Malaysia di angkat 28.000," kata menteri.
Untuk itu Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi terus menerus memperbaiki demi meningkatkan jumlah riset di Indonesia.
"Kami [Kemenristekdikti] bersama dengan Menteri Keuangan menyusun dan kemudian Menteri Keuangan mengeluarkan Permenkeu No.106/2016, [yang isinya] jika dulu para peneliti dipusingkan dengan pertanggungjawaban keuangan, dengan dikeluarkannya peraturan tersebut riset sekarang berbasis pada output, output-nya apa? Publikasi berapa biaya yang dikeluarkan, output-nya prototipe berapa biasa yang dikeluarkan, hasilnya adalah inovasi," jelasnya.
Dengan berpegang pada Permenkeu tersebut kini peneliti tidak lagi pusing dengan pengeluaran biaya perjalanan dinas dan lain-lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Gus Miftah dan Gus Yusuf Macul Langit mengisi pengajian di Bantul untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol, judol, dan investasi ilegal.
Kekeringan Jawa Tengah melanda Klaten, Pemalang, dan Boyolali. Ribuan warga terdampak, BNPB salurkan bantuan air bersih.
Menkop Ferry Juliantono mematangkan model bisnis Koperasi Merah Putih. Ribuan gerai telah rampung dan disiapkan menyalurkan barang subsidi.