Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Sumatra Selatan menembak belasan orang diduga sebagai preman menjelang Asian Games 2018./Suara.com-Andhiko
Harianjogja.com, PALEMBANG- Jelang Asian Games 2018, polisi mengawasi warga yang diduga sebagai preman. Bahkan tak segan dilakukan penembakan.
Kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Sumatra Selatan menembak belasan orang diduga sebagai preman menjelang Asian Games 2018. Polisi menangkap setidaknya 15 tersangka dari kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas) dalam satu pekan terakhir.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Budi Suryanto mengatakan, pada perhelatan Asian Games pada (18/8/2018) nanti mereka mengharapkan dapat menekan angka kejahatan terutama aksi 3C (curat, curas, curanmor) di wilayah kota Palembang. Sehingga perhelatan pesta olahraga se-Asia tersebut dapat berlangsung dengan aman.
"Sebanyak 15 pelaku kejahatan ini berasal dari tujuh laporan polisi atas kasus 3C," tegasnya di Mapolda Sumsel, Rabu (8/8/2018).
Menurutnya, pemberantasan preman ini merupakan bentuk ciptakondisi menjelang Asian Games selama di Palembang nanti. Pihaknya terpaksa memberikan tindakan tegas dan efek jera kepada pelaku kejahatan, jika mereka tetap beraksi ketika Asian Games. Bahkan, polisi menurutnya tak akan segan menembak di tempat.
“Kita melakukan upaya tindakan tegas terukur, namun jika membahayakan jelas akan ditembak di tempat,” ujarnya.
Upaya prefentif berupa operasi para preman pun masih tetap dilakukan terutama di wilayah rawan kejahatan di kota Palembang untuk memburu para DPO yang masih tetap beraksi menjelang Asian Games.
“Ada beberapa nama yang masuk DPO kita sekarang masih dalam pengejaran,” pungkasnya. [Andhiko Tungga Alam]
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.