Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Ketum Gerindra Prabowo Subianto bertemu Amien Rais dan Ketum PA 212 Slamet Maarif di Mekkah./Suara-Foto Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA- Dukungan terhadap Prabowo Subianto maju sebagai capres oleh sejumlah artai koalisi ternyata belum bulat.
Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh P Daulay menegaskan pertemuan tiga partai PKS, PAN, dan Gerindra kemarin belum membulatkan dukungan ke Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2019.
Pertemuan di kediaman Prabowo itu ia katakan sama seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya. Saleh menjelaskan masih membutuhkan waktu untuk mendalami perihal capres dan cawapres yang akan diusung oleh PAN.
Pertemuan tersebut dilakukan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/7/2018). Dalam pertemuan itu hadir Ketua Umum PAN Zulkifili Hasan, politisi senior PAN Amien Rais, dan Presiden PKS Sohibul Iman.
“Kalau pertemuan seperti itu kan sudah sering. Kedekatan antara ketiga parpol ini pun sudah diketahui banyak pihak. Namun soal capres dan cawapres, sepertinya masih diperlukan tambahan waktu untuk mendalaminya," kata Saleh saat dihubungi Suara.com-Jaringan Harianjogja.com, Senin (16/7/2018).
Saleh melihat tantangan Pilpres 2019 kali ini bukan hanya menentukan siapa capres dan cawapres yang akan didukung, tetapi perubahan besar yang bisa dibawa sebagai hasil penetapan capres dan cawapres.
Oleh sebab itu, hingga kini PAN masih merundingkan terkait dengan keputusannya dalam mendukung Prabowo atau malah mengusung capres lain.
“Kalau sudah tahu tingkat kesulitan dan tahu strategi mengatasinya, barulah kemudian ditetapkan capres/cawapres yang bisa mengatasinya. Jangan langsung ke kesimpulan. Nanti malah tidak produktif," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.