Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Ketum Gerindra Prabowo Subianto bertemu Amien Rais dan Ketum PA 212 Slamet Maarif di Mekkah./Suara-Foto Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA- Dukungan terhadap Prabowo Subianto maju sebagai capres oleh sejumlah artai koalisi ternyata belum bulat.
Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh P Daulay menegaskan pertemuan tiga partai PKS, PAN, dan Gerindra kemarin belum membulatkan dukungan ke Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2019.
Pertemuan di kediaman Prabowo itu ia katakan sama seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya. Saleh menjelaskan masih membutuhkan waktu untuk mendalami perihal capres dan cawapres yang akan diusung oleh PAN.
Pertemuan tersebut dilakukan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (16/7/2018). Dalam pertemuan itu hadir Ketua Umum PAN Zulkifili Hasan, politisi senior PAN Amien Rais, dan Presiden PKS Sohibul Iman.
“Kalau pertemuan seperti itu kan sudah sering. Kedekatan antara ketiga parpol ini pun sudah diketahui banyak pihak. Namun soal capres dan cawapres, sepertinya masih diperlukan tambahan waktu untuk mendalaminya," kata Saleh saat dihubungi Suara.com-Jaringan Harianjogja.com, Senin (16/7/2018).
Saleh melihat tantangan Pilpres 2019 kali ini bukan hanya menentukan siapa capres dan cawapres yang akan didukung, tetapi perubahan besar yang bisa dibawa sebagai hasil penetapan capres dan cawapres.
Oleh sebab itu, hingga kini PAN masih merundingkan terkait dengan keputusannya dalam mendukung Prabowo atau malah mengusung capres lain.
“Kalau sudah tahu tingkat kesulitan dan tahu strategi mengatasinya, barulah kemudian ditetapkan capres/cawapres yang bisa mengatasinya. Jangan langsung ke kesimpulan. Nanti malah tidak produktif," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.