Bantu Pengungsi Rohingya, Bank Dunia Sediakan Dana Lebih dari Rp5 Triliun

Newswire
Newswire Jum'at, 29 Juni 2018 22:17 WIB
Bantu Pengungsi Rohingya, Bank Dunia Sediakan Dana Lebih dari Rp5 Triliun

Presiden Bank Dunia Jin Yong Kim saat memberikan penjelasan dalam Spring Meeting IMF - World Bank di Washington DC, Amerika Serikat./Bisnis Indonesia-David Eka Issetiabudi

Harianjogja.com, WASHINGTON-Bank Dunia mengatakan akan menyediakan hingga 480 juta dolar AS (Rp5 triliun lebih) sebagai dukungan berbentuk hibah kepada Bangladesh untuk memenuhi kebutuhan pengungsi Rohingya, termasuk kesehatan, pendidikan, air, kebersihan dan perlindungan umum.

Dewan Bank Dunia menyetujui hibah 50 juta AS (lebih dari Rp500 miliar) untuk ditambahkan pada kegiatan dukungan bidang kesehatan di Bangladesh, yang pertama dalam rangkaian, yang bisa mencapai 480 juta dolar.

Hibah bidang kesehatan termasuk iuran berdasarkan atas kemitraan Kanada dengan sayap Bank Dunia, Perhimpunan Pembangunan Antarbangsa.

Itu akan membantu pengungsi Rohingya di Bangladesh menerima layanan gizi dan kesehatan ibu, bayi baru lahir, bayi, anak-anak, dan remaja, perawatan kesehatan reproduksi dan dukungan keluarga berencana, kata Bank Dunia, Kamis (29/6/2018).

Dukungan IDA, dana bank itu untuk negara termiskin di dunia, akan mencakup hingga 400 juta dolar (Rp4 triliun lebih) hibah untuk membantu Bangladesh mengatasi masalah tersebut, kata bank itu.

Sejak Agustus lalu, lebih dari 700.000 warga Rohingya berlindung dari kekerasan di Myanmar di kabupaten Cox\'s Bazar di Bangladesh, menjadikannya kampung terbesar dan peningkatan tercepat pengungsi di dunia.

"Kami sangat tersentuh oleh penderitaan warga Rohingya dan siap membantu mereka hingga mereka kembali ke rumah dengan aman, sukarela, dan bermartabat," pernyataan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, dengan menambahkan bahwa bank itu juga akan mendukung rakyat Bangladesh.

Menteri Pembangunan Antarbangsa Kanada Marie-Claude Bibeau dalam pernyataan mengatakan bahwa untuk setiap dolar sumbangan Kanada, lima dolar hibah tambahan akan diberi untuk mendukung layanan kesehatan, gizi dan kependudukan bagi pengungsi.

Kim dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres dijadwalkan mengunjungi Bangladesh pada 1-2 Juli untuk menilai keparahan bencana kemanusiaan itu dan membahas yang bisa dilakukan lagi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online