Terungkap, 4 Terduga Teroris Jaringan ISI di Indonesia Berkomunikasi dengan Telegram

Newswire
Newswire Rabu, 20 Juni 2018 18:17 WIB
Terungkap, 4 Terduga Teroris Jaringan ISI di Indonesia Berkomunikasi dengan Telegram

Siluet tangan seorang pria memegang ponsel di depan logo Telegram./Bloomberg

Harianjogja.com, JAKARTA- Empat terduga teroris dibekuk tim Densus 88 Antiteror Polri di Jawa Barat dan Jawa Tengah pada Selasa (19/6/2018).

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Syahar Diantono mengatakan keempatnya diduga merupakan kelompok teroris yang berbaiat kepada ISIS.

Saat ditanya apakah keempatnya merupakan anak buah kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan terpidana Aman Abdurrahman, Syahar belum memastikan hal tersebut.

"Mereka diduga jaringan ISIS," kata Syahar di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/6/2018).

Densus kini masih mendalami peranan para terduga teroris tersebut.

Syahar menambahkan, dari hasil penyelidikan, keempatnya berkomunikasi dengan sel-sel teroris lainnya menggunakan aplikasi pesan Telegram. "Mereka aktif melakukan komunikasi menggunakan Telegram," katanya.

Dalam penangkapan mereka, Densus menyita beberapa barang bukti yakni ponsel dan dompet yang berisi KTP dan uang. Sementara tidak ditemukan senjata api maupun bom rakitan dalam penangkapan tersebut.

Sebelumnya, Densus 88 Anti Teror menangkap terduga teroris MN (18) dan R (33) di Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (19/6/2018).

Selanjutnya tim menangkap F (27) di sebuah rumah makan di Jalan Pageur Maneuh Terusan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kemudian di hari yang sama, tim juga menangkap FT alias FM di Kebumen, Jawa Tengah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online