Level IQ Manusia Terus Menurun, 7 Poin tiap Generasi

Nugroho Nurcahyo
Nugroho Nurcahyo Selasa, 19 Juni 2018 21:05 WIB
Level IQ Manusia Terus Menurun, 7 Poin tiap Generasi

Ilustrasi kecerdasan manusia/Sputnik

Harianjogja.com, JOGJA—Orang-orang pada abad yang lalu ternyata lebih pandai dan cerdas ketimbang di abad-21. Sebuah pusat penelitian Norwegia baru-baru ini melaporkan nilai tes intelligence quotient (IQ) telah menurun drastis selama beberapa dekade terakhir. Angka penurunan IQ ini menjadi sebuah titik balik dari efek Flynn.

Level IQ telah turun bertahap sejak tahun 1970-an. Menurut peneliti dari Pusat Penelitian Ekonomi Ragnar Frisch Norwegia penurunan itu mencapai rata-rata 7 poin per generasi.

Tim peneliti yang dipimpin Bernt Bratsberg dan Ole Rogeberg itu menganalisis hasil tes IQ dari total 730.000 wajib militer di Norwegia yang memasuki layanan antara tahun 1970 dan 2009. Temuan mereka dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences.

Penelitian ini sekaligus menjadi temuan baru yang berkebalikan dengan hasil penelitian terdahulu. Sebelumnya, tingkat kecerdasan populasi diketahui terus meningkat pada abad ke-20, sebuah fenomena yang biasa dikenal sebagai efek Flynn.

Nama itu diambil dari nama peneliti Selandia Baru James Robert Flynn, yang menemukan peningkatan IQ yang cepat dengan laju sekitar 3 poin per dekade.

Sejumlah pakar menghubungkan peningkatan intelijensi manusia atau efek Flynn itu dengan beberapa faktor, seperti asupan nutrisi yang lebih baik, kesehatan, pendidikan dan lain-lain.

Dengan menggunakan data yang mencakup tiga generasi, para peneliti Norwegia menyaksikan titik balik dari efek Flynn, dan terjadinya kemerosotan kecerdasan populasi secara berkelanjutan. Dalam penelitian, perbedaan antara kelompok keluarga juga ditemukan. Hal ini setidaknya menunjukkan beberapa penurunan kecerdasan kemungkinan besar terkait dengan faktor lingkungan.

Perubahan gaya hidup dimungkinkan menjadi faktor penyebab. Anak-anak membaca lebih sedikit dan bermain video game lebih banyak. Umumnya generasi muda juga lebih bersandar pada perangkat elektronik. Perubahan metode pedagogis, termasuk mengajar matematika dan bahasa, juga diidentifikasi sebagai salah satu alasan kemungkinan alasan penyebab.

Di seluruh dunia, tim peneliti baru-baru ini juga menemukan kesimpulan yang sama. Sebuah tim peneliti Inggris baru-baru ini menemukan hasil tes IQ turun 2,5 hingga 4,3 poin setiap dekade sejak akhir Perang Dunia II.

Kebetulan, Flynn sendiri mengklaim penurunan tingkat IQ menjadi bagian dari tren global dalam sebuah wawancara pada 2017 dengan majalah Swedia Forskning & Framsteg (Penelitian & Kemajuan ). Flynn berpendapat pendidikan sekolah telah menjadi semakin kurang menuntut terhadap anak didik di banyak negara, sehingga siswa menghabiskan lebih sedikit waktu mengerjakan pekerjaan rumah dan membaca buku-buku tebal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Sputniknews International

Share

Nugroho Nurcahyo
Nugroho Nurcahyo Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online