Rupiah Menguat ke Rp17.696 Dipicu Harapan Damai AS-Iran
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.696 per dolar AS seiring optimisme perdamaian AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia.
Ilustrasi mayat kecelakaan. (Harian Jogja/Gigih M Hanafi)
Harianjogja.com, BLITAR- Dua remaja di Blitar tercebur ke sungai usai mengalami kecelakaan lalu lintas.
Petugas gabungan dari Kepolisian Resor Blitar, TNI, BPBD Kabupaten Blitar, Jawa Timur, berupaya mengevakuasi dua remaja yang tercebur ke sungai di Lodoyo, setelah sebelumnya dilakukan pencarian.
Kepala Unit Laka Lantas Kepolisian Resor Blitar Ipda Didik Sugiarto mengemukakan, dua korban yang tenggelam itu adalah Sheva Jelang Ramadhani (16) warga Dusun Sidoasri, Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari dan David (16) warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun.
"Kecelakaan berawal dari kendaraan yang melaju dari arah utara ke selatan. Mungkin terlalu ke kiri, sehingga berbenturan dengan pembatas jembatan dan dua korban diduga terlempar ke sungai," katanya di Blitar, Selasa (19/6/2018).
Petugas gabungan dari TNI, polri, BPBD serta para relawan lainnya berupaya mencari dua remaja yang tercebur ke parit Lodoyo-Tulungagung (Lodagung) di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar tersebut.
Para petugas mencari dengan menyelam ke sungai yang dalamnya sekitar dada orang dewasa tersebut. Pencarian melibatkan banyak petugas, dengan harapan korban bisa segera ditemukan. Bahkan, pencarian dilakukan hingga sepanjang 300 meter dari titik awal korban tercebur.
"Kami melakukan pencarian di titik jatuhnya korban, sepanjang sekitar 300 meter. Petugas berupaya terus mencari korban," katanya.
Setelah beberapa lama, akhirnya tubuh korban ditemukan. Tubuh korban, Sheva ditemukan di dasar sungai. Saat ditemukan, ia sudah meninggal dunia. Diduga, karena banyak meminum air saat tenggelam. Petugas juga langsung membawa tubuhnya ke RSUD Ngudi Waluyo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.
Sedangkan petugas lainnya juga masih melakukan pencarian satu korban yang belum ditemukan. Tidak berapa lama, tubuh David juga ditemukan di sungai dan oleh petugas tubuhnya juga langsung diangkut menuju ke RSUD Wlingi, Kabupaten Blitar. Kini, kedua jenazah berada di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kelvin, rekan korban mengatakan, dirinya dengan teman-teman memang berencana liburan ke Pantai Pangi di Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, yang merupakan Blitar bagian selatan. Total ada 11 orang yang ikut dan sengaja berangkat subuh, agar sampai di lokasi secepatnya.
"Rencana mau ke Pantai Pangi. Rombongan ada 11 orang, tapi tadi menabrak tepi jembatan," kata Kelvin.
Ia berduka dengan kejadian tersebut dan membatalkan berkunjung ke pantai. Keluarga rekannya yang menjadi korban juga sudah diberitahu.
Sementara itu, keluarga korban terlihat sangat sedih dengan kejadian yang menimpa anak-anak tersebut. Mereka bahkan tidak kuasa menahan tangis saat mengetahui korban meninggal dunia dan ikut mengantarkan jenazah ke rumah sakit.
Polisi hingga kini juga masih mendalami kasus tersebut. Dugaan sementara, korban terlalu ke kiri, sehingga berbenturan dengan pembatas jembatan. Selain itu, saat korban melintas di jembatan tersebut, hari masih gelap, waktu subuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.696 per dolar AS seiring optimisme perdamaian AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia.
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
MR.D.I.Y. Art Competition 2026 hadir di Jogja lewat workshop seni. Seniman muda diajak berkarya dan tembus panggung internasional.