Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ular piton pemakan manusia di Sulawesi (Liputan6.com)
Harianjogja.com, MUNA -- Ular piton memangsa manusia di Sulawesi. Lokasi ditemukannyaa ular piton pemakan manusia, Wa Tiba, 54, di Muna, Sulawesi Tenggara dikenal angker. Mayat Wa Tiba ditemukan di perut ular di kebun Desa Persiapan Lawela Kecamatan Lohia Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Jumat (15/6/2018). Setelah perut ular dibedah, tubuh Wa Tiba ditemukan utuh dalam perut piton.
Menurut informasi warga di sekitar lokasi korban ditemukan dimakan ular piton, sering terlihat ular piton berkeliaran. Ular-ular ini bahkan sering berusaha memangsa hewan berukuran besar seperti sapi. "Pernah ada sapi milik warga yang dipelihara di sekitar lokasi itu nyaris ditelan ular sekitar enam bulan lalu," ujar Kepala Desa Persiapan Lawela, Faris, Jumat, sebagaimana dikutip Liputan6.com.
Malah, menurut Faris, ular yang dilihat warga saat itu berukuran lebih besar dari ular yang memangsa Wa Tiba. Warga menduga, lokasi bebatuan gamping yang memiliki rongga-rongga di wilayah itu ditinggali kawanan ular piton
Kata Faris, warga desa lainnya sering membunuh ular dengan ukuran yang lebih kecil di sekitar rumah mereka. Lokasinya juga tidak begitu jauh dari kebun korban yang tewas ditelan ular."Lokasi berkebunnya korban memang angker dan dijauhi warga sekitarnya. Hanya dua orang yang berani disitu," ujar Faris.
Warga lainnya yang memiliki kebun di sekitar lokasi tempat korban di perut ular piton diketahui bernama La Haruni. Jaraknya sekitar 500 meter dari korban ditemukan. Camat Lohia, Hajar Sosial mengatakan lokasi tempat korban ditemukan tewas ditelan ular dikenal warga sekitar cukup angker. Sebab, sejumlah kejadian yang dianggap warga tidak masuk akal terjadi di wilayah itu.
"Pernah ada orang hilang, perempuan. Pernah juga ada orang yang meninggal tiba-tiba di wilayah itu," ujar Hajar Sosi.
Hajar mengatakan, korban yang meninggal tiba-tiba itu terlihat warga tewas tergantung. Saat ditemukan, warga berjenis kelamin laki-laki itu terlilit di pohon enau oleh sarung yang dipakainya. "Memang, warga lain menjauh. Tapi, mau diapakan karena memang lokasi itu dijadikan korban sebagai tempat menanam jagung," ujar Hajar Sosi.
Soal ular, Hajar Sosi menduga daerah itu banyak dihuni kawanan ular. Pasalnya, ada beberapa lokasi bebatuan berbentuk gua yang kemungkinan berisi hewan melata. "Memang banyak, sebab pernah warga juga melihat ular yang lebih besar ukurannya dari yang memangsa korban," ujar Hajar Sosi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : jibi/solopos
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.