Harga Minyak Global Turun Lagi Setelah Libya Produksi 1 Juta Barel per Hari
Harga minyak mentah di bursa New York dan London turun setelah Libya mengumumkan peningkatan produksi hingga lebih dari 1 juta barel.
Ilustrasi sains dan teknologi/hdimagewallpaper.com
Harianjogja.com, JAKARTA -- Tiga peneliti muda Indonesia menyabet penghargaan Prix Mahar Schutzenberger dari Asosiasi Franco-Indonesia untuk Pengembangan Sains (AFIDES).
Antara melansir Sabtu (5/5/2018), Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris Surya Rosa Putra menyebutkan ketiga peneliti tersebut adalah Arief Wicaksana dari Departemen Teknik Informatika dan Mikroelektronika untuk Arsitektur (TIMA) Universitas Grenoble-Alpen, Rifan Hardian dari program Kimia Universitas Aix-Marseille, dan Vinsensia Ade Sugiawati dari Departemen Kimia Universitas Aix-Marseille.
Mereka berhasil lolos seleksi dari 12 kandidat mahasiswa tahun kedua program doktoral. Kementerian Pendidikan Nasional Prancis mencatat terdapat 118 orang mahasiswa program doktoral asal Indonesia pada 2018.
Arief menampilkan riset terbaru untuk meningkatkan kinerja mikroprosesor Field-Programmable Gate Array (FPGA). Sementara itu, Rifan meneliti upaya pembuatan material baru yang lebih efisien, efektif, dan aman untuk menangkap, memisahkan, serta menyimpan gas sekaligus.
Adapun Vinsensia mengembangkan material komposit untuk keperluan baterai mikro.
Riset ketiga peneliti ini menggambarkan riset unggulan utama Prancis. Di luar kimia dan material komposit, Prancis dikenal kuat di bidang transportasi, ekoteknologi, dan nanoteknologi.
Penghargaan Mahar Schutzenberger lahir dari gagasan Profesor Marcel-Paul Schutzenberger pada 1988, ketika diangkat sebagai anggota Academie des Sciences France. Organisasi ini adalah organisasi elit ilmuwan Prancis yang setara dengan Royal Society of London di Inggris.
Anugerah itu bertujuan untuk mempererat hubungannya dengan Indonesia yang telah dijalin sejak 1951, saat Profesor Schutzenberger mengikuti misi WHO untuk pemberantasan penyakit infeksi kronis tropis.
Nama Mahar Schutzenberger diambil dari nama putranya yang meninggal dunia saat menempuh pendidikan di Ecole Polytechnique Paris pada 1980.
Menariknya, selain memberikan penghargaan berupa uang dan piagam, AFIDES juga menyerahkan medali yang salah satu sisinya menggambarkan wajah Supartinah Pakasi. Dia adalah salah satu tokoh pendidikan Indonesia yang juga kakak ipar Profesor Schutzenberger.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Harga minyak mentah di bursa New York dan London turun setelah Libya mengumumkan peningkatan produksi hingga lebih dari 1 juta barel.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.