Kuota LPG 3 Kg Turun Jadi 8 Juta Ton, Ini Energi Penggantinya
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Rumah Rizky Saputra semasa hidup, yang tinggal berhimpitan bersama ibu dan tiga kakaknya dalam ruang kontrakan berdinding papan berukuran 4x4 meter./Suara-Ria Rizki Nirmala Sari
Harianjogja.com, JAKARTA- Kisah hidup bocah Rizky Saputra yang tewas saat acara bagi-bagi sembako di Monas sungguh memprihatinkan.
Rizky Saputra, bocah berusia 10 tahun yang menjadi korban pembagian sembako berujung maut di kawasan Tugu Monas, ternyata harus bergelut dengan kemiskinan semasa hidup.
Rizky tinggal berhimpitan bersama ibu dan tiga kakaknya dalam ruang kontrakan berdinding papan berukuran 4x4 meter.
Tika, kerabat Rizky, menceritakan harga sewa kontrakan tersebut Rp800.000 per bulan. Rizky tinggal dengan ibu dan tiga saudaranya, karena sang ayah sudah meninggal dunia sejak tujuh bulan silam.
"Mengontrak di sini Rp 800.000. Selama ini, Rizky dibiayai oleh kakak kandungnya, yang perempuan," kata Tika kepada di kediaman Rizky Jalan Budi Mulia Utara 1 RT12/RW13 No 9 Pademangan Barat, Jakarta Utara, Rabu (2/5/2018).
Tika menjelaskan, ibu Rizky, yakni Komariah tak bekerja. Ia hanya mengurus rumah tangga dan mengantar Rizky bersekolah.
Sebelum peristiwa tersebut, Tika menceritakan Komariah yang berinisiatif membawa Rizky ke Monas untuk mengikuti acara pembagian sembilan barang kebutuhan pokok gratis.
Tapi, sepulang dari Monas, Komariah mengakui kepada Tika dirinya menyesal.
"Ya namanya hidup begini, senang kalau ada pembagian sembako buat sehari-hari. Inisiatif dia buat pergi ke sana, biasa diam di rumah melulu. Tapi setelah kejadian, ibunya menyesal, sampai bilang ke saya \'kenapa sih kudu bawa Rizky\'. Ngomong begitu terus," katanya.
Untuk diketahui, Rizky menjadi korban tewas dalam antrean pembagian makanan dan sembako dalam acara "Untukmu Indonesia Berkarya Dalam Harmoni", yang digelar oleh Forum Untukmu Indonesia di Monas, Jakarta, Sabtu (28/4/2018) akhir pekan lalu.
Rizky yang saat itu tengah digendong oleh Ibunya, terjatuh dan terinjak-injak akibat aksi dorong-dorongan dengan warga lain saat mengantre menukarkan kupon makanan.
Rizky, anak penyadang down syndrom tersebut, sempat terinjak-injak oleh kerumunan warga. Seusai kejadian tersebut, Rizky mengalami kejang-kejang dan sempat dibawa ke posko medis setempat.
Karena jumlah infus yang tidak cukup, akhirnya Rizky dibawa ke RSUD Tarakan. Namun, nyawa Rizky tidak dapat tertolong.
Keluarga Rizky didampingi pengacara serta perwakilan Lembaga Musyawarah Kelurahan Pademangan, akan mengajukan laporan terhadap pihak penyelenggara Forum Untukmu Indonesia ke Badan Reserse Kriminal, Gambir, Rabu ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Pemerintah mencatat setoran Rp57,1 triliun dari Satgas PKH selama 2025–2026, termasuk pajak dan PNBP hasil penertiban kawasan hutan.
Edisi pertama Harry Potter and the Goblet of Fire bertanda tangan J.K. Rowling hadir di BBW 2026 melalui kolaborasi dengan Goldsboro Books.
Polda Sultra menempatkan dua anggota Polres Baubau di patsus selama tujuh hari terkait dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap jurnalis TV One.
Timnas Putri U17 Indonesia mengalahkan Singapura 5-0 dan lolos ke Piala Asia Putri U17 2027 di China dengan sembilan poin sempurna.