Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Fadli Zon dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Peringatan Hari Perempuan Internasional di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018). (Antara-Puspa Perwitasari)
Harianjogja.com, JAKARTA -- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebelumnya digadang-gadang bakal maju pada bursa capres melalui Partai Gerindra. Nmaun harapan itu sepertinya bertepuk sebelah tangan.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menepis isu mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo akan menjadi calon presiden (capres) koalisi yang akan dibangun partainya.
Pernyataan itu sekaligus menutup peluang jenderal yang baru saja pensiun tersebut untuk maju sebagai capres dari Gerindra. Akan tetapi, Gerindra masih sangat terbuka jika Gatot ingin bergabung dengan partai berlambang burung Garuda itu.
"Kami untuk urusan calon presiden jelas mendukung Prabowo sebagai capres," kata Fadli Zon, Senin (2/4/2018). Namun, Fadli menegaskan bagi siapa saja yang mau bergabung dan sejalan dengan platform perjuangan dari Gerindra pasti diterima, termasuk Gatot.
Sedangkan untuk peluang Gatot menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo, Fadli mengatakan masih akan membicarakannya terlebih dahulu dengan partai koalisi.
"Kalau mengenai cawapres kita akan bicarakan dengan mitra partai koalisi. Jadi siapapun nanti yang kita putuskan nanti kita terima tetapi pasti mempertimbangkan banyak faktor termasuk elektabilitas, kapabilitas, dan kapasitas," tandasnya.
Sementara itu, Partai Nasdem enggan mengomentari apakah Gatot masuk dalam radar cawapres Joko Widodo (Jokowi) atau tidak pada Pilpres 2019 mendatang. Ketua Bappilu NasDem, Effendy Choirie, mengatakan bahwa pihaknya tidak dalam kapasitas menyodorkan nama cawapres kepada Jokowi.
Nama Gatot Nurmantyo beberapa bulan terakhir disebut-sebut sebagai salah satu tokoh potensial di bursa Pilpres 2019. Namanya sering disebut sebagai calon presiden ataupun calon wakil presiden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.