Pertamina Klaim Operasi Kilang V Normal Usai Kebakaran di Teluk Balikpapan

Fariz Fadhillah
Fariz Fadhillah Minggu, 01 April 2018 09:17 WIB
Pertamina Klaim Operasi Kilang V Normal Usai Kebakaran di Teluk Balikpapan

Kebakaran akibat tumpahan minyak di Teluk Balikpapan/Bisnis-Fariz Fadhillah

Tak berpengaruh terhadap operasional Kilang Pertamina, Terminal BBM dan Depot LPG di Balikpapan

Harianjogja.com, BALIKPAPAN-Usai kebakaran di perairan Teluk Balikpapan, Sabtu (31/3/2018) sekira pukul 11.00 WITA, Pertamina memastikan operasional Refinery Unit V Pertamina Kalimantan di Balikpapan aman.

“Tak berpengaruh terhadap operasional Kilang Pertamina, Terminal BBM dan Depot LPG di Balikpapan. Semuanya tetap beroperasi normal menyalurkan bahan bakar untuk masyarakat,” terang General Manager (GM) Refinery Unit V Pertamina Kalimantan Togar MP Sabtu sore (31/3/21018). 

Sebelumnya kebakaran besar terjadi di tengah laut Teluk Balikpapan Kampung Baru menyebabkan dua orang nelayan asal PPU tewas terbakar. TKP kejadian berada di perairan Teluk Balikpapan tepatnya pada koordinat 1° 15\' 04.8" S / 116° 48\' 32.0" E dengan waktu tempuh 35 menit dari pusat kota. 

Informasi yang dihimpun, api bermula dari kapal tanker yang memuat solar di tengah laut diduga mengalami tumpah solar dan mengakibatkan solar menyebar sekitar 300 meter radius dari pelabuhan. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari Polda Kaltim saat media ini coba mencoba mengonfirmasi. 

Togar mengatakan kebakaran terjadi sekitar 2-3 kilometer dari areal operasional terluar perseroan tersebut. Sejauh ini, kata dia, hasil pengecekan terhadap seluruh instalasi Pertamina yang melintasi Teluk Balikpapan, hingga saat ini tidak ditemukan adanya kebocoran.

Pipa bawah laut Pertamina, kata Togar, dari Terminal Lawe-Lawe hingga saat ini masih menyalurkan minyak mentah ke Kilang Balikpapan. “Lokasi pipa berada jauh dari titik kebakaran.” 

Butuh waktu satu jam atau pukul 12.00 WITA, api dipadamkan setelah berkoordinasi dengan BPBD Balikpapan, Chevron, dan Pertamina Hulu Mahakam. 

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik. Area sekitar sudah aman. Sumber dan penyebab ceceran dan kebakaran masih dalam tahap investigasi,” jelasnya. 

Dalam pemadaman sedikitnya  upaya tersebut, Pertamina juga menurunkan tim penyelam di Teluk Balikpapan. “Untuk saat ini kami masih fokus pada penanggulangan dampak,” jelasnya. 

Pertamina menampik adanya isu yang beredar di media sosial bahwa kebakaran sebagai upaya menghilangkan ceceran minyak. 

Hasil uji laboratorium yang dilakukan Pertamina terhadap sampel ceceran minyak dari dua lokasi berbeda, dinyatakan sebagai fuel oil (bahan bakar kapal) dimana jenis bahan bakar tersebut tidak diproduksi di Kilang Balikpapan.

Terpisah, Kepala Seksi Operasi Basarnas Kaltim-Kaltara Octavianto memastiknya tim rescue berhasil mengevakuasi jumlah korban sebanyak 22 orang. 

“Dua di antaranya meninggal dunia. Sekarang sudah di Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan untuk keperluan visum,” jelasnya. 

Sampai Sabtu sore (31/3/2018) tadi 20 korban selamat telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina. Tim Basarnas dan TNI Angkatan Laut sejauh ini masih melakukan pengawasan di sekitar tempat kejadian perkara. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online