KISAH UNIK : Pelihara Satu Ikan Mas Koki Ternyata Ilegal di Swiss

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Sabtu, 30 Juli 2016 17:20 WIB
KISAH UNIK : Pelihara Satu Ikan Mas Koki Ternyata Ilegal di Swiss

Ikan koki dibudidayakan peternak di Desa Loram Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah (Jateng). Ikan hias air tawar yang berhabitat asli di Asia Timur dan kali pertama dipelihara di China tersebut banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena perawatan yang mudah serta produksi telurnya yang tinggi dan dipasarkan ke sejumlah kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang dengan kisaran harga Rp5.000/ekor-Rp1.500.000/ekor. (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Kisah unik mengenai ketentuan memelihara di Swiss.

Harianjogja.com, SWISS -- Kebanyakan dari kita memelihara satu atau dua ekor hewan untuk rumah. Anak-anak biasanya memiliki lebih dari dua ekor.

Dikutip dari Mirror, Kamis (28/7/2016), sejumlah keluarga merasa senang saat memenangkan sebuah permainan dan mendapat hadiah seekor ikan mas koki. Mereka pun akan menempatkan ikan itu dalam mangkuk besar dan memberikan makan setiap hari sepulang sekolah.

Dibalik kegembiraan ini sebenarnya keluarga tersebut bersikap keji terhadap hewan tersebut. Meskipun ikan mas koki dikenal sebagai hewan yang memiliki ingatan buruk, tetapi hewan ini memiliki karakter kuat yang tidak banyak diketahui.

Menyadari hak-hak hewan, Swiss pun menerapkan aturan secara legal terutama untuk ikan mas koki. Sejak 2008, di negara ini ada larangan memelihara seekor ikan mas koki.

Mengapa? Karena ikan merupakan makhluk sosial. Di lautan mereka berenang secara berkelompok, sehingga menjadi masuk akal jika hewan ini dipelihara secara berpasangan.

Pemerintah Swiss menyatakan tindakan memisahkan ikan dengan kawanan ini keji. Adapun fakta ini tidak hanya terjadi pada ikan. Makhluk lain, seperti babi dan burung kesturi juga memiliki karakter yang sama dengan mereka.

Swiss bahkan memiliki perusahaan untuk memasangkan hewan peliharan. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi ada pasangan yang mati.

Techly.com mengatakan di negara ini pecinta anjing harus mengikuti kursus sebelum memiliki hewan tersebut. Bukan hanya mengetahui secara teori tetapi juga praktik.

Jika ingin memiliki seekor kucing, pemilik harus meletakan hewan itu diluar sehingga dapat bertemu dengan kucing lain. Bila ingin memelihara di dalam rumah, jumlah kucing yang dimiliki minimal dua ekor.

Sedang mencari seekor burung kakak tua di Swiss? Lupakan hal itu, lantaran memelihara seekor burung kakak tua dikategorikan sebagai bentuk penyiksaan. Kecuali Anda mendapatkan teman untuk burung itu berbicara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis