Hasil Liga Spanyol: Skor Valencia vs Betis 0-1
Hasil Liga Spanyol, Pablo Garcia mencetak gol menit ke-83 untuk membawa Real Betis menang 0-1 atas Valencia.
Kenakalan remaja diduga dilakukan pelajar.
Harianjogja.com, SLEMAN - Komplotan pemuda yang diduga geng pelajar membacok dua mahasiswa yang tengah melintas di simpang tiga Sompilan, Cebongan, Sumberadi, Mlati, Sleman Minggu (13/9/2015) dinihari. Dua korban menderita luka bacok di bagian tangan.
Dua korban itu adalah Setio Arif Priambodo, 21, warga Tulung RT01/RW01 Tamanmartani, Kalasan dan Rifa'i Eko Prasetyo, 22, warga Senoboyo RT01/RW13 Banyurejo, Tempel, Sleman.
Informasi yang dihimpun, peristiwa pembacokan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Berawal ketika dua korban pulang dari rumah temannya di kawasan Mlati masing-masing membawa motor sendiri. Dalam perjalanan, sesampai di simpang tiga pohon beringin Sompilan keduanya bersimpangan dengan gerombolan pemuda. Mereka berjumlah sekitar lima orang saling berboncengan. Teridentifikasi memakai motor satu Kawasaki KLX warna hijau putih dan dua Honda Vario warna hitam.
Geng pelajar dengan memakai helm full face itu lalu berbalik arah mengejar kedua korban. Salah satu diantara gerombolan ini sempat menanyakan asal sekolah terhadap kedua korban. Tetapi dijawab oleh korban Arif dengan pernyataan bahwa keduanya sudah tidak sekolah karena sudah berstatus mahasiswa. Tetapi salah satu pelaku yang membonceng langsung membacok korban Arif. Kemudian korban berhasil meloloskan diri. Pelaku lain lalu mengejar korban Rifa'i sampai di kawasan Pundong, Tirtoadi, Mlati. Dengan masih di atas motor, pelaku membabi buta membacok korban hingga berlumuran darah.
Gerombolan geng itu lalu melarikan diri ke arah barat Mlati. Sedangkan korban meminta bantuan warga untuk dibawa ke Puskesmas Mlati tapi kemudian dirujuk ke RSUD Sleman. Korban Arief menderita luka bacok hingga kedalaman empat sentimeter dan panjang luka hingga 10 sentimeter di lengan kanan. Sedangkan korban Rifai terkena sabetan senjata tajam pada tangannya dengan panjang luka sekitar lima sentimeter.
"Kejadiannya memang seperti itu, tapi sampai saat ini korban tidak melapor, kami sudah cek ke Polsek [Mlati] juga," ungkap Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain saat dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (13/9/2015) siang.
Kanit Reskrim Polsek Mlati AKP Haryanto mengakui bahwa korban tidak melapor. Informasi hanya didapatkan dari warga dan tempat kejadian perkara.
"Tapi penyelidikan tetap dilakukan," ujarnya.
Faried menegaskan kasus pembacokan itu akan menjadi perhatiannya. Terkait pelaku pihaknya belum dapat menyimpulkan kemungkinan pelaku adalah geng pelajar meski sempat menanyakan perihal sekolah.
"Kami akan perketat intensitas patroli terutama di malam Minggu di jam rawan seperti dinihari. Kami imbau juga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, kalau ada yang mencurigakan sebaiknya langsung melapor," tegasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil Liga Spanyol, Pablo Garcia mencetak gol menit ke-83 untuk membawa Real Betis menang 0-1 atas Valencia.
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.
37 remaja Kota Magelang unjuk potensi dalam Adujak GenRe dan Kreativitas PIK-R 2026 untuk menjadi agen perubahan.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.
RSUD Kota Jogja menerapkan SERASI untuk mengintegrasikan pengadaan obat dan bahan medis habis pakai secara real-time.