Gus Palsu Tipu Warga Boyolali Rp105,3 Juta, Uang Dipakai Judi Online
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Hasil UN SMP 2015 di Kulonprogo menduduki peringkat keempat tingkat DIY.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kulonprogo mengaku belum bisa mengumumkan tingkat kelulusan SMP tahun 2015. Namun, hasil Ujian Nasional (UN) jenjang SMP di Kulonprogo yang diselenggarakan pada 4-7 Mei lalu diketahui menempati urutan keempat se- DIY.
Pengumuman kelulusan SMP digelar serentak pada Rabu (10/6) besok. Seluruh siswa kelas IX beserta orang tua atau wali murid diundang ke sekolah untuk menerima hasil kelulusan.
“Kalau soal kelulusannya, kami belum bisa bilang. Namun, rata-rata total nilai dari 6.165 orang peserta UN SMP di Kulonprogo mencapai 260,82,” kata Kepala Dindik Kulonprogo, Sumarsana, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2015).
Sumarsana mengatakan, hasil UN SMP akan menjadi patokan untuk seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK sederajat. Selain itu, hasil UN juga dipertimbangkan untuk kepentingan pemetaan mutu dan upaya pembinaan sekolah.
Terkait antisipasi aksi coret-coret seragam dan konvoi kendaraan, Dindik Kulonprogo kembali akan mengandalkan pakaian adat Jawa.
“Seperti pengumuman SMA/SMK kemarin, anak datang ke sekolah pakai baju tradisional supaya tidak ada coret-coret. Berdasarkan evaluasi kami, langkah tersebut cukup efektif mengurangi aksi coret-coret baju dan konvoi,” papar Sumarsana.
Meski demikian, Sumarsana tetap meminta dukungan orang tua dan masyarakat untuk ikut mendampingi dan mengawasi perayaan kelulusan SMP. Sebab, masih ada kemungkinan siswa menjalankan aksi coret-coret dan konvoi setelah mengikuti acara resmi di sekolah.
“Terutama soal konvoi. Anak-anak usia SMP sebenarnya belum boleh naik sepeda motor karena umurnya belum cukup,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Galur, Edy Suwarno juga mengaku belum bisa memberikan bocoran angka kelulusan siswanya. Namun, dia mengungkapkan, peraih nilai UN SMP tertinggi di Kulonprogo adalah siswa SMP Negeri 1 Galur. “Iya, peringkat pertama diraih siswa kami. Peringkat kedua dari SMP Negeri 1 Wates dan peringkat ketiga SMP Negeri 1 Pengasih,” ucap Edy, dihubungi Harianjogja.com pada Selasa siang.
Edy menambahkan, ada 118 siswanya yang mengikuti UN SMP tahun ini. “Ada lebih dari 40 anak yang memperoleh nilai sempurna di berbagai mata pelajaran. Ini kami baru akan merapatkan mengenai kelulusan yang diumumkan besok,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Kemenpar merilis statistik pariwisata 2025 di 10 DPP dan 3 DPR. Simak daftar destinasi serta indikator yang menjadi perhatian pemerintah.
PGN Gagas memperluas penggunaan CNG di Jogja dan Jawa Tengah. CNG diklaim bisa menghemat biaya energi hingga 30%.
Forum IHKS 2026 di Jogja menghadirkan 100 ahli ortopedi dari 15 negara untuk membahas sendi, operasi robotik, hingga AI dalam dunia medis.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan Zona Travel di Hall 10 dalam gelaran BNI wondrX 2026 yang berlangsung di ICE BSD City