Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Sabda Raja menimbulkan pro-kontra di internal Kraton maupun di masyarakat.
Harianjogja.com, JOGJA-Sabda Raja dan Dawuh Dalem yang dikeluarkan Raja Ngayogyakarta Hadiningrat menimbulkan pro-kontra di internal Kraton maupun di masyarakat. Hingga kini pihak Kraton belum menyampaikan secara resmi isi dari Sabda Raja tersebut. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/05/06/pembayun-calon-ratu-bagaimana-sikap-adik-sultan-601452">PEMBAYUN CALON RATU : Bagaimana Sikap Adik Sultan?)
Sultan menyatakan akan menyampaikan keterangan resmi pada pekan depan. Pekan ini Sultan membiarkan bagi yang tidak setuju dengan Sabda Raja untuk menyampaikan pendapatnya.
"Minggu depan saya panggil semua. Biar Sekarang yang enggak setuju [Sabda Raja] berkoar semua." kata Sultan di Kepatihan, Rabu (6/5/2015).
Sultan juga menyatakan sudah mengirimkan naskah Sabda Raja ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). "Sudah saya kirim," ucapnya.
Diketahui pemberitahuan ke Kemendagri ini karena ada perubahan gelar Sultan. Dalam Sabda Raja yang dikeluarkan, Kamis, pekan lalu, di antara poinnya adalah menghilangkan klausul Kalifatullah, mengganti kalimat Buwono menjadi Bawono, mengubah perjanjian pendiri Mataram Ki Ageng Pemanahan dengan Ki Ageng Giring, menyempurnakan keris Kanjeng Kyai Kopek dengan Kanjeng Kyai Ageng Joko Piturun.
Isi dari Sabda Raja ini mendapatkan reaksi dari Internal Kraton termasuk dari sejumlah adik-adik Sultan. Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo, GBPH Yudhaningrat, GBPH Cakraningrat, dan GBPH Condrodiningrat, Senin (4/5/2015) kemarin melakukan ziarah ke Makam Pendiri Mataram Ki Ageng Pemanahan di Kota Gede, Jogja, dan makam Ki Ageng Giring di Paliyan, Gunungkidul.
Gusti Prabu-Sapaan akrab GBPH Prabukusumo mengatakan, ziarah tersebut sebagai bentuk permohonan maaf kepada pendiri mataram atas tindakan Sultan, "Karena kedua nama [pendiri Mataram] itu disebut-sebut oleh Ngarso Dalem," kata Gusti Prabu.
Ketua Umum KONI DIY ini juga meminta Sultan minta maaf kepada Allah, minta maaf kepada umat Islam, minta maaf kepada keluarga Kraton, serta kepada masyarakat Jogja, karena apa yang dilakukan Sultan dinilai keluar dari adat dan paugeran Kraton. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/05/04/sabda-raja-sultan-prabukusumo-memohonkan-maaf-atas-sikap-sultan-600860">SABDA RAJA SULTAN : Prabukusumo Memohonkan Maaf Atas Sikap Sultan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
ksi pembakaran sekolah oleh orang tak dikenal terjadi di Madrasah Ibtidaiyah YAPPI di Kalurahan Natah, Nglipar. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Nglipar.
Pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Jawa Tengah, Luthfi secara khusus menyampaikan apresiasi kepada petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan
OpenAI merilis ChatGPT for Teens untuk usia 13-17 tahun dengan Study Mode, pencegah nyontek, perlindungan tambahan, dan kontrol orang tua.
Bahlil Lahadalia memastikan pembatasan Pertalite untuk masyarakat desil 9 dan 10 masih dikaji dan belum berlaku.
PSIM Jogja memiliki nilai pasar Rp84,3 miliar dan masuk enam besar klub termahal Super League 2026/2027, namun Jean-Paul Van Gastel memilih realistis.