KURIKULUM 2013 DIHENTIKAN : Masalah Buku, Masih Tunggu Petunjuk Teknis

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 28 Januari 2015 08:40 WIB
KURIKULUM 2013 DIHENTIKAN : Masalah Buku, Masih Tunggu Petunjuk Teknis

JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Seorang pegawai mengambil buku paket kurikulum 2013 semester II kelas I dan IV yang akan disetempel di perpustakaan SD Negeri Kratonan, Solo, Selasa (7/1). Buku Paket Tematik Terpadu Kurikulum 2013 tersebut sebagai pegangan siswa.

Kurikulum 2013 dihentikan, buku 2006 masih menjadi masalah.

Harianjogja.com, JOGJA-Kepala Sekolah SD Candi Baru Karangmojo Theresia Trisnawati mengatakan, proses belajar menggunakan Kurikulum 2006 sudah berjalan lancar. Namun, masih ada permasalahan terhadap buku ajar, sebab buku yang tersedia tidak mencukupi untuk seluruh siswa.

“Saya tidak tahu di sekolah lain, kalau di tempat kami berjalan baik,” katanya.

Menurut dia, kendala lain, buku ajar Kurikulum 2006 sudah banyak yang rusak, mulai dari penjilidan hingga ada buku yang jumlah halamannya tidak lengkap.

“Kalau hanya satu dua halaman bisa kami kopi, tapi kalau sudah parah maka satu digunakan lebih dari satu orang. Mudah-mudahan, ada pengadaan buku baru sehingga proses belajar bisa lebih lancar,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid saat dikonfirmasi kemarin, belum bisa berkomentar panjang lebar tentang masalah buku ajar Kurikulum 2006.

“Kami masih dalam proses identifikasi permasalahan penerapan kurikulum lama. Untuk pengadaan buku masih akan dikomunikasikan lebih lanjut,” kata dia.

Disdikpora Gunungkidul memiliki catatan kurang baik terhadap pengadaan buku. Sebab, pada 2010 dan 2011 mereka gagal melakukan lelang pengadaan buku.

“Angka pastinya saya agak lupa, tapi jumlahnya mencapai puluhan miliar rupiah,” kata Bahron lagi.

Sedangkan untuk tahun ini, Disdikpora menyiapkan anggaran Rp2,8 miliar untuk pengadaan buku ajar Kurikulum 2013. Namun, dia juga belum bisa memastikan apakah anggaran tersebut bisa digunakan untuk pengadaan buku ajar tahun 2006.

“Saya belum tahu, daripada menyalahi aturan mending menunggu petunjuk teknis lebih lanjut,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online