PENGEROYOKAN DI TEMPEL : Remaja Babak Belur Dipukuli Rombongan Pemuda Mabuk

Sunartono
Sunartono Selasa, 06 Januari 2015 18:20 WIB
PENGEROYOKAN DI TEMPEL : Remaja Babak Belur Dipukuli Rombongan Pemuda Mabuk

Ilustrasi keributan (JIBI/Solopos/Dok)

Pengeroyokan di Tempel, Sleman yang dialami Dadang, 19, mencapai kejelasan. Polisi pada Minggu (4/1/2015) berhasil menangkap tiga pelaku.

Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang remaja Dadang Nugroho, 19, warga Dusun Karanggawan, Margorejo, Tempel menjadi bulan-bulanan sejumlah pemuda di kawasan Jalan PJKA, Beran Kidul, Tridadi, Sleman belum lama ini. Polisi menangkap tiga orang pelaku penganiayaan pada Minggu (4/1/2015) setelah sempat buron selama berhari-hari.

Tiga orang tersangka pengeroyokan di Tempel yang ditangkap yaitu Nanang alias Kocrit, 30, warga Mrisen, Caturharjo, Sleman; Imam, 28, seorang pemuda asal Mangunan, Caturharjo, Sleman dan Tugiyono, 24, warga Prompokan Margomulyo, Seyegan.

Pengeroyokan di Tempel itu berawal saat korban tengah bersama seorang temannya yakni Reza, 22, warga Ngeneng, Margorejo, Tempel, Sleman. Keduanya tiba di kawasan Jalan PJKA Beran Kidul, Tridadi dalam kondisi mabuk dengan menenteng botol miras sembari menikmati senja di sore hari. Mereka datang menggunakan sepeda motor. Kemudian mulai berbaur dengan gerombolan para tersangka yang juga sama-sama sedang mabuk karena miras di area Jalan PJKA tersebut.

Diduga akibat salah paham dalam obrolan, kedua kelompok itu tiba-tiba terlibat cekcok dimulai dari para tersangka merasa tersinggung. Ketiga tersangka pun naik pitam dan akhirnya memukul korban hingga terlempar ke persawahan di pinggir jalan. Sedangkan teman korban, Reza, yang diharapkan memberikan bantuan korban justru melarikan diri dengan motornya karena takut. Akibatnya korban yang sendiri pun menjadi bulan- bulanan ketiga tersangka hingga babak belur.

Beberapa menit setelah peristiwa itu, Deri yang juga teman korban datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) karena sebelumnya sudah janjian untuk pesta miras di area Jalan PJKA. Kendati demikian, sampai TKP ia kaget, saat menyaksikan temannya, Dadang yang sudah babak belur di sawah. Sedangkan para pelaku penganiayaan sudah melarikan diri. Deri sempat berusaha mencari pelaku tapi tidak berhasil menemukan. Kemudian ia memapah korban untuk diboncengkan motor dan melapor ke Mapolsek Sleman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online