KURIKULUM 2013 : Isu Hoax Serang Kurikulum 2013

Kamis, 04 Desember 2014 17:40 WIB
KURIKULUM 2013 : Isu Hoax Serang Kurikulum 2013

JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Seorang pegawai mengambil buku paket kurikulum 2013 semester II kelas I dan IV yang akan disetempel di perpustakaan SD Negeri Kratonan, Solo, Selasa (7/1). Buku Paket Tematik Terpadu Kurikulum 2013 tersebut sebagai pegangan siswa.

Harianjogja.com, JOGJA - Sebuah isu hoax tentang kurikulum 2013 (K-13) menyasar ke sejumlah kalangan di wilayah DIY sepekan terakhir.

Kabar tidak jelas lewat broadcast short message service (SMS) handphone tersebut mengabarkan tentang penghapusan K-13. Sebagai gantinya, pemerintah akan kembali menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji pun sempat dimintai penjelasan sejumlah pihak terkait broadcast tidak jelas itu. Aji memaparkan, sejumalah pihak terutama sekolah tidak perlu terlalu risau dengan kelangsungan K-13. Dia menjamin kurikulum terbaru itu akan jalan terus karena Kementerian Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah juga sudah menetapkan tetap memakai K-13 untuk pembelajaran di sekolah.

"Kabar itu tidak benar dan hanya sebuah upaya pihak tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh keadaan. Sekali lagi saya tekankan K-13 akan jalan terus," ujar Baskara Aji memberikan informasi kepada wartawan, Selasa (2/12).

Sayangnya Aji hanya mendengar adanya kabar miring dari broadcast itu. Dia tidak pernah mendapatkan broadcast langsung dari si pembuat isu tidak benar tersebut. Padahal dia sudah menyiapkan jawaban simpel untuk membuat si penyebar isu merasa jengkel.

"Saya sudah siapkan jawaban singkat. Jawaban itu yakni enga-Pushi," tandasnya.

Kabar itu pun hanya menyasar ke kalangan tertentu. Sejumlah kepala sekolah tidak mendapat broadcast itu secara langsung. Mereka hanya mendengar dari kalangan siswa dan orangtuanya. (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2014/12/01/kurikulum-2013-terlalu-prematur-anies-evaluasi-penerapan-k-13-556428">KURIKULUM 2013 : Terlalu Prematur, Anies Evaluasi Penerapan K-13)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online