Soft Living Jadi Tren di Jogja, Anak Muda Utamakan Kesehatan Mental
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di sekitar lokasi penembakan mobil milik tokoh Amien Rais, Kamis (6/11/2014). (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Harianjogja.com, SLEMAN-Hafi Ismail, sekuriti yang berjaga di rumah Amien saat malam kejadian, kemudian mengingat peristiwa beberapa jam sebelumnya. Ismail mengungkapkan dirinya sempat mendengar suara menyerupai ban pecah. Tetapi sebelum suara itu terdengar ada motor yang melintas saat dini hari tersebut.
“Ada suara motor disusul suara seperti ban pecah,” ungkapnya kemarin.
Hafi kemudian yakin suara yang dia kira sebagai ban pecah adalah suara tembakan yang diarahkan ke mobil Amien. Keyakinan teror itu dikuatkan temuan selongsong peluru di luar pagar depan rumah.
Tetangga terdekat Amien, yakni Arief, justru mendengar suara tembakan itu sebanyak satu kali sekitar pukul 01.30 WIB. Suara itu terdengar jelas berasal dari pojok sebelah utara rumah Amien Rais yang menghadap ke barat tersebut.
“Jelas sekali suaranya karena dekat dengan kamar,” ujar Arief saat menyaksikan tim Labfor Mabes Polri yang tengah mengukur lokasi dugaan pelaku berdiri.
Ia mengira tembakan itu merupakan tembakan peringatan yang dilepaskan oleh polisi karena kediaman Amien Rais kerap didatangi pendemo.
“Saya dengar, tetapi saya tidak memperkirakan penembakan seperti ini,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Harga barang diprediksi naik pada akhir 2026 akibat biaya produksi dan pelemahan rupiah. Daya beli masyarakat terancam melemah.
BLT Rp900 ribu dari Kemensos cair atau tidak Juli 2026? Cek status penerima bansos lewat website dan aplikasi resmi berikut ini.
Komisi III DPR RI akan membentuk tim pengawas usai Febrie Adriansyah mundur dari Jampidsus. Penanganan kasus korupsi diminta tetap berjalan.
Kejati Jawa Tengah memastikan tidak ada penggeledahan atau pemeriksaan terkait SPPG. Aktivitas kejaksaan hanya sebatas pengumpulan data di lapangan.
Presiden Prabowo Subianto minta birokrat, TNI, Polri, dan jaksa introspeksi. Tegaskan aparatur negara milik rakyat dan korupsi tidak boleh dibiarkan.