KETUA UMUM GERINDRA WAFAT : Keluarga Merasa Kaget ...

Sunartono
Sunartono Sabtu, 30 Agustus 2014 06:20 WIB
KETUA UMUM GERINDRA WAFAT : Keluarga Merasa Kaget ...

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta DIY, Herry Zudianto(tengah) bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi(kedua kiri) bersama tim menyerahkan kaus dan buku Prabowo-Hatta kepada Wakil Pemimpin Redaksi, Anton Wahyu Prihartono(kedua kanan) dalam kunjungan silaturahmi di Harian Jogja di Jalan AM. Sangaji 41, Yogyakarta, Senin (16/08/2014).

Harianjogja.com, SLEMAN - Meninggalnya Ketua Umum Partai Gerindra, Profesor Suhardi menimbulkan duka mendalam bagi keluarga. Pasalnya keluarga tidak mengetahui sakitnya sejak awal.

Aris Bimo, yang juga salahsatu kerabat almarhum mengaku kaget dengan sakit yang diderita Prof . Suhardi yakni kanker paru-paru.

"Kami keluarga sangat kehilangan, jujur saja dengan sakitnya beliau kami sangat kaget. Selama ini beliau tidak pernah mengeluh, tidak pernah sambat. Setelah penandatanganan koalisi merah putih, banyak kegiatan kemudian periksa dan diketahui kanker paru stadium empat, kami sangat kaget," ungkapnya saat ditemui di rumah duka Gang Dahlia, Dusun Kayen, Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (29/8/2014).

Padahal dalam keseharian keluarga beliau tergolong paling memperhatikan soal makanan serta tidak merokok. Selain itu jarang opname di rumah sakit. Jika sakit hanya sebatas masuk angin karena capek.

"Beliau tidak pernah mengeluhkan kalau sakit yang serius. Kalau sakit hanya capek masuk angin, jarang dirawat di rumah sakit, paling sekedar check up, opname jarang. beliau tidak merokok. Soal makanan beliau sangat memperhatikan," imbuhnya.

Ia menambahkan Prof Suhardi semasa hidupnya termasuk tipe orang yang bijaksana, tanggungjawab dan konsisten dengan perihal yang disampaikan. Bagi keluarga dan kerabat ia kerap dijadikan panutan terutama bisa contoh soal kesederhanaannya.

Perihal kesederhanaannya, juga diakui adik kandung almarhum yang bernama Yuni. Menurut dia almarhum kerap berangkat ke UGM menggunakan sepeda onthel. Kesederhanaan itu yang membuatnya paling berkesan di mata kakanya.

"Dulu itu sering ke kampus bawa sepeda, sederhana orangnya," ujarnya singkat.

Pantauan Harianjogja.com, ratusan teman, kerabat almarhum melayat di rumah duka kemarin. Tampak seperti mantan Rektor UGM, Prof Sudjarwadi, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi serta ratusan kader Partai Gerindra, Bupati Sleman Sri Purnomo dan lainnya. Jenazah tiba di rumah sekitar pukul 13.00 WIB kemudian diberangkat ke Balairung UGM.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online