Mengenal Tiga Karakter Utama Anak Muda Indonesia di Era Digital
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
ANTARA FOTO /Anis Efizudin/Koz/Spt/13.
Harianjogja.com, JOGJA- Festival Lima Gunung sebagai pergelaran seni rakyat di lereng lima gunung Kabupaten Magelang, kembali digelar.
Ketua Seksi Publikasi dan Dokumentasi Panitia Festival Lima Gunung XIII Arie Kusuma menjelaskan tahun ini, Festival Lima Gunung XIII akan diselenggarakan 23-24 Agustus 2014 di kawasan Gunung Merbabu tepatnya di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Sebanyak 31 kesenian dari lereng lima gunung yakni Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh telah mempersiapkan penampilan seni tradisional maupun kontemporer.
Mereka di antaranya tarian dan musik Harajukunan Trethek Trunthung, tari Kidung Sabin, Topeng Klana Bandopati, Soreng Putri, Grasak Glondong, Rimba Stamasa, Margoloyo, tari Tanjung Sari, performa "The Legend of Amurta", Hegong.
Selain itu, ada pentas akrobatik api, tari Soreng Bocah, Klothekan Bocah, Topeng Saujana, Lengger, Seto Kencono, Gladiator Gunung, pentas musik kontemporer, Suling Belawang, performa Metamorfosis, performa Bicara pada Puing, drama tari Gatotkaca Winisuda, Leak dan pembacaan puisi, serta pergelaran Wayang Gunung.
"Pementasan dilakukan selama dua hari, mulai siang hingga malam hari," kata Ari di Magelang, Kamis (21/8/2014).
Ia mengatakan Festival Lima Gunung 2014 ini digelar secara mandiri, tanpa sponsor dan donatur. Para penyaji pementasan tidak hanya kelompok-kelompok seniman petani dalam komunitas tersebut, akan tetapi juga grup-grup seniman maupun perorangan yang selama ini menjalin relasi dengan Komunitas Lima Gunung.
Mereka berasal dari Magelang maupun beberapa kota lainnya seperti Yogyakarta, Solo, Kendal, Surabaya, Kediri, Cirebon. Kami telah mendapatkan konfirmasi untuk mereka yang akan mengikuti festival, termasuk para tamu dari luar kota dan luar negeri yang hendak hadir dan menginap di dusun tempat festival.
Adapun tema yang diangkat yakni "Topo ing Rame" yang berarti bertapa di tengah keramaian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kelurahan Keparakan menggelar pelatihan menulis aksara Jawa untuk melestarikan budaya dan menarik minat generasi muda di Jogja.