Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Harianjogja.com, SLEMAN—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman berharap pengiriman buku Kurikulum 2013 bisa tuntas sebelum pertengahan September 2014 ini. Jika tidak, proses pembelajaran akan semakin terganggu.
Pengiriman buku penunjang Kurikulum 2013 dari Kementerian Agama di Jakarta sebenarnya diharapkan sudah sampai ke seluruh madrasah sebelum tahun ajaran 2014/2015 dimulai.
“Sekarang ya setidaknya sebelum tengah semester sudah selesai, sekitar Oktober besok,” ucap Kepala Kantor Kemenag Sleman, Lutfi Hamid, saat ditemui di kantornya, Kamis (21/8/2014).
Sementara ini, pembelajaran agama di madrasah-madrasah di Sleman masih menggunakan buku lama. “Kurikulumnya juga masih pakai kurikulum tingkat satuan pendidikan [KTSP],” ujar Lutfi.
Ditanya soal berapa madrasah yang sudah menerima buku Kurikulum 2013, Lutfi tak bisa menjawab. “Itu kan langsung dari Pusat, jadi kami kurang tahu sudah semuanya atau belum,” katanya. Dia berencana meminta laporannya dari madrasah-madrasah negeri di wilayah Sleman.
Jika hingga Oktober 2014 nanti ada madrasah yang belum menerima, Lutfi khawatir pembelajaran semakin tidak kondusif. “Kalau terlalu lama, nanti susah untuk menyesuaikan dengan kurikulum baru,” ucapnya kemudian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di Kebumen. Proyek budidaya udang ini disebut menyerap 650 tenaga kerja.
Pencerita kuliner Ade Putri Paramadita merekomendasikan Selat Solo sebagai inspirasi olahan daging Iduladha dengan cita rasa akulturasi Jawa dan Belanda
Balai Besar TNBTS menutup seluruh wisata Gunung Bromo pada 30 Mei hingga 2 Juni 2026 selama pelaksanaan ritual Yadnya Kasada.
Pertamina Hulu Energi memperkuat ketahanan energi nasional lewat strategi dual growth dengan pengembangan migas dan bisnis rendah karbon.
Donald Trump menyebut kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran hampir selesai, termasuk pembukaan Selat Hormuz dan pencabutan sanksi.