Di depan Guru Besar, Jokowi Jelaskan Konsep Maritim

Selasa, 19 Agustus 2014 11:20 WIB
Di depan Guru Besar, Jokowi Jelaskan Konsep Maritim

Mantan wali kota Solo yang kini Gubernur nonaktif DKI Jakarta dan tengah mencalonkan diri sebagai presiden Joko Widodo didampingi calon wakilnya Jusuf Kalla hadir di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (22/7/2014). (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)

Harianjogja.com, SLEMAN - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) memaparkan beragam gagasan sebagaimana visi dan misinya saat memulai masa kampanye Juni lalu. Konsep poros maritim nasional menjadi bahan yang paling banyak diulas dalam Simposium Nasional II Jalan Kemandirian Bangsa yang berlangsung di Hotel Royal Ambarrukmo, Senin (18/8/2014) malam.

"Dulu Majapahit dan Sriwijaya menjadi poros maritim dunia. Seharusnya tidak jauh beda dengan Indonesia saat ini. Kita adalah negara kepulauan, tapi kok malah basisnya selalu transportasi darat. Padahal transportasi laut itu lebih murah," ujar Jokowi dalam bagian inti sambutannya.

Untuk mendukung konsep itu tentu saja, langkah awal yang akan dia lakukan adalah proyek pembangunan sarana penghubung antarpulau sehingga terjadi kesamarataan pembangunan. Di satu sisi penguatan konsep maritim diharapkan bisa menambah akses kapal-kapal yang mampu membawa  truk-truk bermuatan barang kebutuhan.

"Jadi ya biar yang di Papua itu bisa merasakan harga semen murah," paparnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memaparkan sejumlah kunci yang dia inginkan bisa dipenuhi masyarakat sebagai sumbangsih mewujudkan kemakmuran negara. Mengutip dari gagasan Koentjaraningrat, lima gagasan tersebut adalah  mentalitas suka meremehkan mutu, mentalitas ingin suka nerabas kesuksesan, tidak percaya diri, tidak disiplin dan suka mengaburkan tanggung jawab.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online