34 Desa di Sragen Masuk Zona Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan 500 Tangki
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.
JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Seorang pegawai mengambil buku paket kurikulum 2013 semester II kelas I dan IV yang akan disetempel di perpustakaan SD Negeri Kratonan, Solo, Selasa (7/1). Buku Paket Tematik Terpadu Kurikulum 2013 tersebut sebagai pegangan siswa.
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY akhirnya bersikap tegas menanggapi amburadulnya pendistribusian buku ajar kurikulum 2013 dari penerbit pemenang lelang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dinas hanya memberikan tenggang waktu maksimal 18 Agustus seluruh sekolah di wilayah DIY sudah mendapatkan kiriman buku. Apabila buku tidak sampai diterima sesuai deadline yang sudah ditentukan, Disdikpora akan membeli buku dari penerbit lain yang sekiranya lebih beres dalam melakukan distribusi buku.
Kepala Disdikpora DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, surat permohonan untuk Kemendikbud terkait izin untuk membeli buku dari penerbit lain sudah dibuat. Dia baru akan melayangkannya setelah lewat 18 Agustus 2014.
"Ini suratnya sudah jadi, tapi kami tetap mengikuti mekanismenya. Kita masih hormati tenggang waktu yang masih tersisa. Begitu lewat, surat langsung kami layangkan," ujarnya Selasa (12/8/2014).
Baskara Aji sebenarnya merasa pesimistis di sisa waktu yang tinggal hitungan hari ini penerbit bisa mendistribusikan buku ke seluruh sekolah di wilayah DIY. Pasalnya, prosentase jumlah sekolah yang belum mendapatkan buku lebih banyak ketimbang yang sudah menerimanya.
Adapun, saat ini kalkulasi jumlah sekolah di wilayah DIY dari semua jenjang pendidikan yang sudah menerima kiriman buku baru sekitar 60%. Dari seluruh wilayah DIY, justru Kulonprogo yang pendistribusiannya paling lancar. Distribusi buku di kabupaten itu untuk tingkatan SD sudah 65%, tingkatan SMP 30%, dan SMA/SMK mencapai 50%. Sementara empat kabupaten lainnya angkanya masih jauh di bawah itu.
"Kota Jogja saja untuk tingkatan SD baru delapan sekolah. Untuk yang SMP dan SMA serta SMK malah belum terdistribusi sama sekali," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.
Tunisia tersingkir dari Piala Dunia 2026 usai kalah 0-4 dari Jepang. Ali Abdi menangis dan mengkritik persiapan tim serta federasi.
Aplikasi cek nomor HP tak dikenal yang bisa membantu mengenali penelepon, memblokir spam, dan menghindari penipuan digital.
Deniz Undav, mantan buruh pabrik yang bangun jam 4 pagi, kini samai gol Messi di Piala Dunia 2026. Simak kisah comeback dan top skor terbaru.
Marc Marquez naik ke posisi empat klasemen MotoGP 2026 usai menang di Brno. Selisih poin pemuncak klasemen kini semakin ketat.
Lurah petahana di Gunungkidul tetap boleh maju Pilur 2026, tetapi wajib cuti setelah ditetapkan sebagai calon. Tahapan pemilihan telah dimulai.