Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Lexie, 10, bersedia menjadi donor sumsung tulang demia menyembuhkan sang adik, Drew, 3, yang menderita diamond blackfan anaemia. (JIBI/Harian Jogja/Dailymail)
Harianjogja.com, LONDON-Lexie Till, 10, rela menjalani operasi transplantasi sumsum tulang yang menyakitkan demi menyembuhkan sang adik, Drew, 3, dari penyakit langka.
Drew merupakan bocah laki-laki yang didiagnosa mengalami diamond blackfan anaemia. Kondisi ini mengakibatkan tubuh hanya dapat memproduksi sedikit sel darah merah. Bahkan ada pasien yang justru tidak dapat dapat memproduksi sel darah merah.
Laki-laki kecil ini baru berusia empat bulan saat dokter mengungkap jenis penyakit tersebut. Adapun jumlah orang dengan kasus tersebut sekitar 700 orang di seluruh dunia.
Drew harus menjalani proses transfusi darah setiap hari sejak usia lima minggu. Terapi ini diperlukan untuk menghilangkan zat besi dari jantung dan hati. Ketika dokter mengatakan Drew membutuhkan transplatasi sumsum tulang, ibunya, Helen, 43, segera mencari donatur tetapi tak kunjung dapat. Bahkan, sumsum Helen dan suaminya, Andy juga tak cocok untuk Drew.
Dokter yang menangani Drew semakin serius mengajukan opsi transplatasi saat tubuh bocah itu tidak lagi bereaksi dengan berbagai terapi yang dilakukan. Menurut tim dokter, transplatasi merupakan satu-satunya jalan.
Lexie yang mengetahui sumsum tulangnya cocok mengatakan kepada orangtuanya untuk menjalani operasi dan menyelamatkan nyawa sang adik.
"Drew sangat berarti bagi saya, dia sangat spesial dan saya hanya ingin membantunya agar dapat menikmati hidup yang indah," ujar Lexie saat ditanya alasannya mau menyumbangkan sumsum tulang seperti dikutip dari Dailymail.
Bulan lalu, tepatnya 27 Juni 2014 kedua saudara kandung ini akhirnya menjalani operasi sumsum tulang belakang di Royal Manchester Children's Hospital.
"Saya sangat cemas mengetahui anak yang sehat harus menerima anestesia. Rasanya sangat aneh. Tapi akhirnya saya lega saat ia kembali ke bangsal, dapat makan dan minum, keadaannya berangsur membaik. Saat sadar, Lexie mengatakan tak sabar untuk bangun dan segera menemui adiknya Drew," terang Helen.
Helen mengatakan saat ini kedua anaknya sudah pulang. Keadaan Lexie dan Drew juga semakin baik.
"Proses penyembuhan Lexie sangat cepat, dia pulang di hari yang sama saat operasi dan kembali ke sekolah beberapa hari kemudian. Drew menerima transplatasi pada hari yang sama saat Lexie mendonorkan dan keadaannya terus membaik. Saat masa-masa pemulihan, Lexie juga selalu menjaga dan menemani Drew," ungkap dia.
Diperkirakana, paska-operasi proses pemulihan Drew akan memakan waktu hingga 12 bulan ke depan. Kendati demikian, Helen mengatakan sangat bangga dengan Lexie yang berani menolong adiknya. Menurut dia, setiap perjalanan ini merupakan anugerah untuk mendapatkan yang normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Astra Motor Yogyakarta menggelar kegiatan bertajuk “Touring Beyond The Road” sebagai bentuk pengenalan warna terbaru Honda Stylo 160
Jadwal SIM keliling Jogja 29 Mei 2026 di Berbah. Cek lokasi, syarat lengkap, dan tips perpanjang SIM tanpa antre.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Mei 2026 lengkap dari Jogja ke bandara dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan terbaru di sini.
Jadwal terbaru KA Prameks Jogja–Kutoarjo saat libur Iduladha 2026. Simak penambahan perjalanan dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 lengkap. Cek lokasi, syarat, dan tips agar tidak kehabisan antrean.