UAN SMP : Pengawas Perlu Pahami Karakter Siswa SMP

Senin, 05 Mei 2014 16:12 WIB
UAN SMP : Pengawas Perlu Pahami Karakter Siswa SMP

GIGIH M. HANAFI/HARIAN JOGJA Sebanyak empat siswa Tuna Netra mengikuti ujian nasional (UN) dengan soal huruf braille dan dibacakan soalnya oleh guru di ruang kelas di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Maguwoharjo, Sleman, Senin (15/4). Sekitar 1,1 juta siswa dari 11 provinsi di Indonesia tengah tidak menjalankan UN akibat keterlambatan soal naskah soal UN dari jumlah siswa keseluruhan yang akan menjalani ujian nasional (UN) tanggal 15 April - 18 April 2013 berjumlah 3,2 juta anak.

Harianjogja.com, JOGJA - Pengawas Ujian Akhir Nasional (UAN) SMP diharapkan dapat memperhatikan karakter peserta ujian. Pemahaman ini perlu dilakukan agar siswa tidak merasa tegang saat menjalani ujian.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Baskara Aji mengatakan selama pelaksanaan UAN SMP pada 5-8 Mei 2014, pengawas dapat bertugas secara profesional. Pengawas juga diharapkan dapat memahami karakter siswa SMP yang secara psikologis sangat sensitif.

"Kalau mengawasi ya jangan menunjukkan ekspresi yang membuat siswa tidak nyaman. Tetap harus bersikap humanis apapun kondisinya," jelas Aji.

Perlakuan ini disebutnya dapat membantu siswa lebih berkonsentrasi sehingga UAN SMP dapat berjaan dengan lancar.

Lebih lanjut Aji berpesan kepada pengawas yang bertugas mengawasi siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Tahun ini, ada 10 ABK yang mengikuti UAN tingkat SMP. Adapun jenis kebutuhan siswa tersebut seperti lima orang dengan low vision dan lima orang tuna netra.

"Anak-anak ini membutuhkan tambahan waktu dan perlakukan khusus berupa naskah soal dengan huruf braille dan naskah soal dengan ukuran font [huruf] yang diperbesar," ungkap dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online